Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan

22 Oktober 2009

VPN: Komunikasi Data Pribadi Tanpa Batas


Perpaduan teknologi tunneling dan enkripsi membuat VPN menjadi teknologi yang luar biasa dan membantu banyak sekali pekerjaan penggunanya.


Pada edisi sebelumnya telah disinggung sedikit mengenai apa itu teknologi VPN, di mana penggunaannya dan apa saja teknologi yang membentuknya. Kini akan dibahas satu per satu lebih mendetail tentang teknologi pembentuk VPN tersebut, yaitu tunneling dan enkripsi.
Kedua teknologi ini tidak bisa ditawar dan diganggu-gugat lagi dalam membentuk sebuah komunikasi VPN. Kedua teknologi ini harus dipadukan untuk mendapatkan hasil yang sempurna, yaitu komunikasi data aman dan efisien. Aman berarti data Anda tetap terjaga kerahasiaan dan keutuhannya. Tidak sembarang pihak dapat menangkap dan membaca data Anda, meskipun data tersebut lalu-lalang di jalur komunikasi publik. Keutuhan yang tetap terjaga maksudnya tidak sembarang orang dapat mengacaukan isi dan alur data Anda. Hal ini perlu dijaga karena jika sudah lewat jalur publik, banyak sekali orang iseng
yang mungkin saja menghancurkan data Anda di tengah jalan. Untuk itulah, mengapa kedua teknologi ini sangat berperan penting dalam terbentuknya solusi komunikasi VPN.

Apa Saja Teknologi Tunneling ?
Untuk membuat sebuah tunnel, diperlukan sebuah protokol pengaturnya sehingga tunnel secara logika ini dapat berjalan dengan baik bagaikan koneksi point-to-point sungguhan. Saat ini, tersedia banyak sekali protokol pembuat tunnel yang bisa digunakan. Namun, tunneling protocol yang paling umum dan paling banyak digunakan terdiri dari tiga jenis di bawah ini:

Layer 2 Tunneling Protocol (L2TP)
L2TP adalah sebuah tunneling protocol yang memadukan dan mengombinasikan dua buah tunneling protocol yang bersifat proprietary, yaitu L2F (Layer 2 Forwarding) milik Cisco Systems dengan PPTP (Point-to-Point Tunneling Protocol) milik Microsoft.
Pada awalnya, semua produk Cisco menggunakan L2F untuk mengurus tunneling-nya, sedangkan operating system Microsoft yang terdahulu hanya menggunakan PPTP untuk melayani penggunanya yang ingin bermain dengan tunnel. Namun saat ini, Microsoft Windows NT/2000 telah dapat menggunakan PPTP atau L2TP dalam teknologi VPN-nya.

L2TP biasanya digunakan dalam membuat Virtual Private Dial Network (VPDN) yang dapat bekerja membawa semua jenis protokol komunikasi didalamnya. Selain itu, L2TP juga bersifat media independen karena dapat bekerja di atas media apapun. L2TP memungkinkan penggunanya untuk tetap dapat terkoneksi dengan jaringan lokal milik mereka dengan policy keamanan yang sama dan dari manapun mereka berada, melalui koneksi VPN atau VPDN. Koneksi ini sering kali dianggap sebagai sarana memperpanjang jaringan lokal milik penggunanya, namun melalui media publik.

Namun, teknologi tunneling ini tidak memiliki mekanisme untuk menyediakan fasilitas enkripsi karena memang benar-benar murni hanya membentuk jaringan tunnel. Selain itu, apa yang lalu-lalang di dalam tunnel ini dapat ditangkap dan dimonitor dengan menggunakan protocol analizer.

Generic Routing Encapsulation (GRE)
Protokol tunneling yang satu ini memiliki kemampuan membawa lebih dari satu jenis protokol pengalamatan komunikasi. Bukan hanya paket beralamat IP saja yang dapat dibawanya, melainkan banyak paket protokol lain seperti CNLP, IPX, dan banyak lagi. Namun, semua itu dibungkus atau dienkapsulasi menjadi sebuah paket yang bersistem pengalamatan IP. Kemudian paket tersebut didistribusikan melalui sistem tunnel yang juga bekerja di atas protokol komunikasi IP.
Dengan menggunakan tunneling GRE, router yang ada pada ujung-ujung tunnel melakukan enkapsulasi paket-paket protokol lain di dalam header dari protokol IP. Hal ini akan membuat paket-paket tadi dapat dibawa ke manapun dengan cara dan metode yang terdapat pada teknologi IP. Dengan adanya kemampuan ini, maka protokol-protokol yang dibawa oleh paket IP tersebut dapat lebih bebas bergerak ke manapun lokasi yang dituju, asalkan terjangkau secara pengalamatan IP.

Aplikasi yang cukup banyak menggunakan bantuan protokol tunneling ini adalah menggabungkan jaringan-jaringan lokal yang terpisah secara jarak kembali dapat berkomunikasi. Atau dengan kata lain, GRP banyak digunakan untuk memperpanjang dan mengekspansi jaringan lokal yang dimiliki si penggunanya. Meski cukup banyak digunakan, GRE juga tidak menyediakan sistem enkripsi data yang lalu-lalang di tunnel-nya, sehingga semua aktivitas datanya dapat dimonitor menggunakan protocol analyzer biasa saja.

IP Security Protocol (IPSec)
IPSec adalah sebuat pilihan tunneling protocol yang sangat tepat untuk digunakan dalam VPN level korporat. IPSec merupakan protokol yang bersifat open standar yang dapat menyediakan keamanan data, keutuhan data, dan autentikasi data antara kedua peer yang berpartisipasi di dalamnya.
IPSec menyediakan sistem keamanan data seperti ini dengan menggunakan sebuah metode pengaman yang bernama Internet Key Exchange (IKE). IKE ini bertugas untuk menangani masalah negosiasi dari protokol-protokol dan algoritma pengamanan yang diciptakan berdasarkan dari policy yang diterapkan pada jaringan si pengguna. IKE pada akhirnya akan menghasilkan sebuah sistem enkripsi dan kunci pengamannya yang akan digunakan untuk autentikasi pada sistem IPSec ini.

Bagaimana dengan Teknologi Enkripsinya?
Selain teknologi tunneling, teknologi enkripsi dalam VPN juga sangat bervariasi. Sebenarnya teknologi enkripsi bukan hanya milik VPN saja, namun sangat luas penggunaannya. Enkripsi bertugas untuk menjaga privasi dan kerahasiaan data agar tidak dapat dengan mudah dibaca oleh pihak yang tidak berhak. Secara garis besar teknik enkripsi terbagi atas dua jenis, yaitu:

Symmetric Encryption
Symmetric Encryption dikenal juga dengan nama sebutan secret key encryption. Enkripsi jenis ini banyak digunakan dalam proses enkripsi data dalam volume yang besar. Selama masa komunikasi data, perangkat jaringan yang memiliki kemampuan enkripsi jenis ini akan mengubah data yang berupa teks murni (cleartext) menjadi berbentuk teks yang telah diacak atau istilahnya adalah ciphertext. Teks acak ini tentu dibuat dengan menggunakan algoritma. Teks acak ini sangat tidak mudah untuk dibaca, sehingga keamanan data Anda terjaga.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana data acak tersebut dibuka oleh pihak yang memang ditujunya? Untuk membuka data acak ini, algoritma pengacak tadi juga membuat sebuah kunci yang dapat membuka semua isi aslinya. Kunci ini dimiliki oleh si pengirim maupun si penerima data. Kunci inilah yang akan digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi ciphertext ini.

Digital Encryption Standar (DES) merupakan sebuah algoritma standar yang digunakan untuk membuat proses symmetric encryption ini. Algoritma ini diklaim sebagai yang paling umum digunakan saat ini. Algoritma DES beroperasi dalam satuan 64-bit blok data. Maksudnya, algoritma ini akan menjalankan serangkaian proses pengacakan 64-bit data yang masuk untuk kemudian dikeluarkan menjadi 64-bit data acak. Proses tersebut menggunakan 64-bit kunci di mana 56-bit-nya dipilih secara acak, 8 bit nya berasal dari parity bit dari data Anda. Kedelapan bit tersebut diselipkan di antara ke 56-bit tadi. Kunci yang dihasilkan kemudian dikirimkan ke si penerima data.

Dengan sistem enkripsi demikian, DES tidaklah mudah untuk ditaklukkan Namun seiring perkembangan teknologi, DES sudah bisa dibongkar dengan menggunakan superkomputer dalam waktu beberapa hari saja. Alternatif untuk DES adalah triple DES (3DES) yang melakukan proses dalam DES sebanyak tiga kali. Jadi kunci yang dihasilkan dan dibutuhkan untuk membuka enkripsi adalah sebanyak tiga buah.

Asymmetric Encryption
Enkripsi jenis ini sering disebut sebagai sistem public key encryption. Proses enkripsi jenis ini bisa menggunakan algoritma apa saja, namun hasil enkripsi dari algoritma ini akan berfungsi sebagai pelengkap dalam mengacakan dan penyusunan data. Dalam enkripsi jenis ini diperlukan dua buah kunci pengaman yang berbeda, namun saling berkaitan dalam proses algoritmanya. Kedua kunci pengaman ini sering disebut dengan istilah Public Key dan Private Key.

Sebagai contohnya, Andi dan Budi ingin berkomunikasi aman dengan menggunakan sistem enkripsi ini. Untuk itu, keduanya harus memiliki public key dan private key terlebih dahulu. Andi harus memiliki public dan private key, begitu juga dengan Budi. Ketika proses komunikasi dimulai, mereka akan menggunakan kunci-kunci yang berbeda untuk mengenkrip dan mendekrip data. Kunci boleh berbeda, namun data dapat dihantarkan dengan mulus berkat algoritma yang sama.

Mekanisme pembuatan public dan private key ini cukup kompleks. Biasanya key-key ini di-generate menggunakan generator yang menjalankan algoritma RSA (Ron Rivest, Adi Shamir, Leonard Adleman) atau EL Gamal. Hasil dari generator ini biasanya adalah dua buah susunan angka acak yang sangat besar. Satu angka acak berfungsi sebagai public key dan satu lagi untuk private key. Angka-angka acak ini memang harus dibuat sebanyak dan seacak mungkin untuk memperkuat keunikan dari key-key Anda.

Menggenerasi key-key ini sangat membutuhkan proses CPU yang tinggi. Maka itu, proses ini tidak bisa dilakukan setiap kali Anda melakukan transaksi data. Dengan kata lain, enkripsi jenis ini tidak pernah digunakan untuk mengamankan data yang sesungguhnya karena sifatnya yang kompleks ini. Meskipun demikian, enkripsi ini akan sangat efektif dalam proses autentikasi data dan aplikasinya yang melibatkan sistem digital signature dan key management.

Bagaimana Memilih Teknologi VPN yang Tepat?
Teknologi VPN begitu banyak pilihannya untuk Anda gunakan. Bagaimana memilih yang terbaik untuk Anda? Teknologi VPN yang terbaik untuk Anda sangat tergantung pada kebutuhan traffic data yang ingin lalu-lalang diatasnya.

Teknologi IPSec merupakan pilihan utama dan yang paling komplit untuk memberikan solusi bagi jaringan VPN level enterprise. Namun sayangnya, IPSec hanya mendukung traffic yang berbasiskan teknologi IP dan paket-paket yang berkarakteristik unicast saja. Jadi jika karakteristik data Anda yang ingin dilewatkan VPN sesuai dengan kemampuan IPSec, maka tidak perlu lagi menggunakannya karena IPSec relatif lebih mudah dikonfigurasi dan di-troubleshoot. Namun jika traffic Anda terdiri dari protokol-protokol selain IP atau komunikasi IP berkarakteristik multicast, maka gunakanlah GRE atau L2TP.

GRE sangat cocok digunakan jika Anda ingin membuat komunikasi site-to-site VPN yang akan dilewati oleh berbagai macam protokol komunikasi. Selain itu, GRE juga sangat cocok digunakan dalam melewati paket-paket IP multicast seperti yang banyak digunakan dalam routing protocol. Sehingga cocok digunakan sebagai jalur komunikasi antar-router. GRE akan mengenkapsulasi segala traffic tanpa peduli sumber dan tujuannya.

Untuk jaringan yang banyak dilalui oleh traffic untuk keperluan Microsoft networking, L2TP sangat pas untuk digunakan di sini. Karena hubungannya yang erat dengan protokol PPP, L2TP juga sangat cocok digunakan dalam membangun remote-access VPN yang membutuhkan dukungan multiprotokol.

Namun yang menjadi kendala adalah baik GRE maupun L2TP tidak ada yang memiliki sistem enkripsi dan penjaga keutuhan data. Maka dari itu, biasanya dalam implementasi kedua teknologi VPN ini digabungkan penggunaannya dengan IPSec untuk mendapatkan fasilitas enkripsi dan mekanisme penjaga integritas datanya.

Aman dan Nyaman
VPN memang terbentuk dari perpaduan kedua teknologi yang telah dijabarkan secara garis besar di atas. Ada sebuah prinsip yang berkembang di kalangan praktisi komunikasi data yang mengatakan bahwa “komunikasi data yang aman tidak akan pernah nyaman”. Prinsip tersebut mungkin ada kalanya benar, di mana Anda harus membuat policy-policy yang memusingkan kepala, teknik-teknik tunneling dan enkripsi apa yang akan Anda gunakan, dan rule-rule yang sangat ketat dan teliti untuk menghadang semua pengacau yang tidak berhak mengakses data Anda. Namun, teknologi VPN mungkin bisa dikecualikan dalam prinsip tersebut.

Memang benar, performa jaringan VPN tidak akan bisa sebaik jaringan pribadi yang sesungguhnya. Waktu latensi yang besar pasti menyertai ke manapun VPN pergi. Selain itu, jaringan ini sangat sensitif terhadap gangguan yang terjadi di tengah jalan entah di mana. Namun, semua risiko tersebut masih mungkin diterima karena jika sudah terkoneksi, kenyamanan luar biasa bisa Anda nikmati. Lebih dari itu, bagi Anda praktisi bisnis, banyak sekali aplikasi bisnis yang bisa dibuat dengan menggunakan VPN. Selamat belajar!


xMax, Jawaban Teknologi Wireless?

Teknologi wireless terbaru, xMax, saat ini sedang mendapat perhatian karena dianggap sebagai tonggak perkembangan teknologi WiMax dan wireless 3G. xMax dianggap sebagai jawaban untuk masalah konsumsi daya dan kecepatan transmisi.

Hal besar yang ingin dilayani teknologi WiMax dan ponsel 3G adalah pengiriman data ke tempat yang jauh, dengan kecepatan tinggi dan irit baterai. Konsepnya terkesan sederhana, tapi ada perbandingan terbalik yang berlaku antara kapasitas atau kecepatan jaringan, dan jarak serta konsumsi daya. Semakin tinggi kecepatannya maka semakin pendek jarak transmisi. Kecepatan tinggi untuk jarak yang jauh berarti megeluarkan lebih banyak energi, yang diambil dari baterai.
"Konsumsi daya adalah masalah utama dalam aplikasi mobile." ungkap Craig Mahias, Kepala Farpoint group, spesialis konsultasi wireless dan teknologi mobile. "Semakin lama anda dapat menjaga baterai, semakin bernilai teknologi tersebut. Dengan mengontrol konsumsi daya maka anda dapat melakukan banyak aplikasi pada peralatan mobile."

Di teknologi wireless, WiMax dideskripsikan sebagai Wi-Fi yang mempunyai jarak hingga 30 mil dan dapat memfasilitasi jaringan broadband berkecepatan 75 mbps. Tetapi saat ini, konsumsi daya merupakan masalah dalam pengguna WiMax, sehingga tidak dapat diimplementasikan pada produk seperti Laptop, dan ponsel. Platform xMax lalu muncul, dengan keunggulan yang diharapkan mampu menjawab kelemahan pada teknologi wireless sebelumnya.

Bagaimana xMax bekerja? xMax menggunakan teknik modulasi yang didesain untuk memungkinkan data dikirimkan pada gelombang tunggal, ini berbeda dengan teknologi modulasi biasa. Jadi dengan menggunakan 10.000 gelombang untuk mengirimkan satu bit data, xMax menggunakan rasio 1:1. Teknik ini akan menjadi efisien dan menjaga tingkat energi yang menerima sinyal tidak akan menguras daya.

Untuk mengatasi masalah jarak, xMax menggunakan frekuensi channel berdaya pancar sub-gigahertz. Frekuensi ini dapat menghindari ganguan yang diakibatkan berbagai penghalang seperti tembok atau pohon. Kekurangannya, frekuensi di bawah 1GHz dinilai kecil, sehingga menimbulkan kesulitan dalam mengirimkan data yang besar.

Untuk memecahkan masalah ini Joe Bobier, penemu xMax, mengembangkan teknologi yang dapat memecah transmisi radio menjadi banyak channel. Gelombang pendek sub-GHz dapat digunakan untuk membuat dan mengkoordinasikan sinyal penerima dan pengirim. Dan karena tingkat daya sangat rendah, data dapat dikirimkan melalui channel yang berdekatan yang membawa data dari peralatan lain.
(Official Bloedus)


Antara SCSI dan ATA


Meskipun keduanya berbeda, bukan berarti saling menjatuhkan. Justru sebaliknya, keduanya saling memberikan dukungan. ATA dengan Serial ATA-nya dan SCSI dengan Serial Attached SCSI-nya, di masa yang akan datang siap melakukan kolaborasi yang sudah dinantinantikan server Anda. Perkembangan teknologi digital memang semakin pesat. Meskipun teknologi kompresi data telah semakin canggih, jumlah data yang bertambah dari masa ke masa tidak dapat membendung ruang data yang semakin lama tetap meluas.
Lihat saja data dalam komputer Anda. Meskipun data lama sudah di-zip, kebutuhan akan ruang harddisk yang semakin besar rasanya sulit dibendung. Dulu dengan hanya 4,3 GB kita sudah merasa cukup, sekarang 80 GB rasanya masih agak sesak.

Selain kapasitas, hal lain yang ikut diperhitungkan adalah kecepatan transmisi data. Semakin besar data yang harus lalu-lalang, maka aspek transmisi semakin diperhitungkan. Terlebih lagi untuk data yang membutuhkan ketepatan waktu dan terakses secara terus menerus. Seperti data rekening pada sebuah bank yang online 24 jam, atau data sebuah perusahaan yang melayani penjualan online atau seorang video editor yang mengedit gambar dan suara yang ukuran file-nya sangat besar.

Dalam setahun belakangan ini, salah satu terobosan yang terjadi adalah dengan diluncurkannya Serial ATA atau yang dikenal dengan sebutan SATA. Yang kemudian diikuti dengan diluncurkannya Serial SCSI atau yang disebut juga SAS.

Ini bukan kali pertama, kedua teknologi ini harus bertemu secara bersamaan. Kita ketahui bahwa keberadaan SCSI sudah mulai ada sejak tahun 1970. Dan teknologi ATA juga sudah dikenal sejak waktu yang tidak berbeda jauh. Namun, di antara keduanya tidak pernah terjadi persaingan.

Koneksi ATA mendominasi pasar komputer personal, sedangkan koneksi SCSI banyak digunakan untuk koneksi dalam server. Dan bila ATA juga lebih banyak digunakan pada media penyimpanan, seperti harddisk dan CD-ROM, maka SCSI masih lebih luas. Kehadirannya juga dimanfaatkan oleh perangkat digital lain yang membutuhkan transmisi data yang cepat dan ber-bandwidth besar, seperti printer dan scanner profesional atau harddsik pada server.

ATA
ATA (Advance Technology Attachment) lebih digunakan oleh komputer personal dan workstation, sebab ATA lebih murah diimplementasikan dibandingkan SCSI. Untuk menggunakan ATA, Anda tidak memerlukan kartu SCSI Card sebagai alat tambahan. Berbeda dengan SCSI yang membutuhkan kartu tambahan.

ATA yang kali pertama dikembangkan oleh IBM ini telah menjadi standar komunikasi untuk harddisk, CD-ROM, DVD-ROM, dan optik drive sejenisnya. Pada sebuah konektor/channel ATA, hanya dapat digunakan satu kabel ATA. Dan setiap satu kabel ATA, maksimal dua perangkat ATA dapat dihubungkan. Yang pertama akan diberi nama device 0 dan yang kedua diberi nama device 1.

ATA dikenal juga dengan sebutan IDE (Integrated Drive Electronic). Ada tiga jenis transfer mode yang dikembangkan oleh ATA, yaitu PIO, DMA, dan Ultra DMA.

PIO (Programmed Input/Output) adalah transfer mode yang membutuhkan interferensi microprocessor. DMA (Direct Memory Access) adalah transfer mode yang dapat dilakukan tanpa interferensi dari microprocessor.

Dan yang dimaksud dengan Ultra DMA adalah sama dengan DMA, hanya saja pada Ultra DMA terdapat tiga tambahan. Yang pertama adalah double clocking untuk mempercepat proses transfer, CRC (Cyclic Redundancy Check) Error Checking dan correcting untuk meningkatkan integritas data yang ditransfer.

Pada awal munculnya ATA, yaitu ATA-1 dengan kemampuan transfer mode PIO mode 0, mampu mentransfer data dengan kecepatan sampai 3,33 M/detik. Sedangkan FAST ATA yang diluncurkan setelahnya mampu mentransfer data sampai kecepatan 11,1 MB/detik dengan transfer mode PIO dan DMA.

Setelah versi FAST ATA, kemudian muncul ATA-2 dengan kecepatan 13,3 MB/detik. Pada kemunculan ATA-2 inilah, koneksi ini mulai dipergunakan pada CD-ROM. Lalu muncul ATA-3 dengan kecepatan 16,6 MB/detik. Kemudian barulah muncul ATA-4 dengan transfer mode Ultra DMA yang membuat kecepatan ATA meningkat sampai dua
kalinya, yaitu 33,3 MB/detik. Kemudian muncul ATA-5 yang memiliki kecepatan sampai 66,6 MB/detik.

Meskipun jenis dan kecepatan ATA mengalami perkembangan, tidak halnya dengan koneksi yang digunakan oleh ATA itu sendiri. Bentuk koneksi ATA lebih bertahan, sehingga hampir tidak terlihat perubahan secara fisik. Bentuk kabel ATA adalah pipih dengan jumlah pin 40 buah. Anda tidak akan pernah salah mencolokkan pin ATA.

Tetapi untuk koneksi yang lebih baik, ATA juga menawarkan kebal yang lebih banyak yaitu 80 kabel. Bedanya ATA 80 kabel dengan ATA 40 kabel adalah jumlah ground yang lebih banyak. Untuk yang 80 kabel, setiap kabel sinyal diberikan juga kabel untuk ground. Karena hal ini, maka jumlah kabelnya menjadi dua kali lipat. ATA 80 kabel lebih kuat terhadap induksi medan magnet dari kabel-kebal sekitarnya. Sehingga kecepatan transmisi pun dapat lebih baik. Dengan ATA 80 kabel, transmisi ATA Ultra DMA 66 yang standar dapat mencapai 66 MB/detik.

Sedangkan, bentuk kabel keduanya tidak memiliki perbedaan sebab meskipun jumlah kabelnya 80 buah, pin yang dimiliki tetap 40 buah. Penerapan pin dengan 80 kabel ini sudah dilakukan pada ATA Ultra DMA 3 (ATA 5) sampai Ultra DMA 6 (ATA 7).

Device 0 biasanya disebut juga master, dan device 1 biasanya disebut slave. Pada operating system, master akan muncul lebih dulu dibandingkan slave. Dan setiap kabel yang terpasang akan memprioritaskan master, artinya bila hanya ada satu device yang terpasang maka device tersebut secara otomatis akan menjadi master. Namun, ada juga beberapa komponen yang terpasang secara single berperan sebagai slave. Contohnya adalah produk yang dimiliki oleh Western Digital yang memiliki pengaturan tambahan untuk hal tersebut.

SCSI
Jika membutuhkan koneksi yang lebih cepat lagi, maka saatnya mempertimbangkan SCSI. SCSI memang lebih mahal tapi SCSI jauh lebih cepat. SCSI juga lebih luas dalam penggunaannya. Tidak hanya harddisk saja yang dapat menggunakan SCSI, melainkan juga perangkat digital lain yang membutuhkan transmisi yang ber-bandwidth besar, berkecepatan tinggi, dan stabil.

SCSI (Small Computer System Interface) awalnya bernama SASI (Shugart Associate System Interface) sesuai dengan nama yang kali pertama menemukannya, yaitu Alan Shugart.

SASI atau SCSI-1 memiliki dua macam kecepatan, yaitu 3,5 MB/detik atau 5 MB/detik. Keduanya bekerja secara asynchronous. Dan panjang kabelnya dapat mencapai 6 meter. Bandingkan dengan ATA yang hanya 45 cm.

Kemudian versi kedua SCSI yang diluncurkan pada tahun 1989 muncul dalam dua varian. Yang pertama mendapat julukan Fast SCSI yang kedua mendapat julukan Wide SCSI. Fast SCSI memiliki kecepatan 10 MB/detik dan Wide SCSI memiliki keceaptan 20 MB/detik. Tidak hanya dari segi kecepatan saja yang berbeda, keduanya juga menggunakan bus width yang berbeda juga. Fast SCSI dengan 8-bit bus width dan Wide SCSI dengan 16-bit. Karena bus width inilah Wide SCSI mendapatkan namanya. Sayangnya, pada SCSI versi ini terdapat degradasi jarak kabel yang hanya mencapai 3 meter saja.

Kemudian keluar versi yang ketiga yang muncul dalam dua varian juga, yaitu Ultra SCSI dan Ultra Wide SCSI. Ultra SCSI menggunakan bus width 8-bit dan Ultra Wide SCSI menggunakan 16-bit. Kecepatan SCSI versi ketiga ini masing-masing dua kali lipat lebih cepat dari versi sebelumnya. Namun, masalah jarak memang belum dapat ditingkatkan. Bahkan kendala kabel ini sering menjadi alasan ketidakstabilan SCSI.

Pada tahun 1997, versi yang terbaru dari SCSI kembal diluncurkan yaitu Ultra-2 SCSI. Dengan fitur LVD (Low Voltage Differential), kendala jarak pada versi sebelumnya dapat diatasi. Ultra-2 yang juga diluncurkan dalam dua versi Ultra2 SCSI dan Ultra2 Wide SCSI mampu menggunakan kabel sampai 12 meter. Kecepatan Ultra-2 SCSI adalah 40 MB/detik dengan bus width tetap 8-bit dan untuk Ultra-2 Wide SCSI bus width-nya adalah 16-bit dan kecepatannya adalah 80 MB/detik.

SCSI baru menambahkan fitur CRC (Cyclic Redundancy Check) error checking pada versi Ultra3-nya. Ultra3 disebut juga Ultra-160 karena kecepatan Ultra3 memang 160 MB/detik. Selain CRC, pada Ultra3 juga terdapat validasi domain (domain validation). Jika pin ATA tidak mengalami perkembangan apapun seiring dengan meningkatnya kualitas transmisi, beda halnya dengan pin SCSI yang ditawarkan dengan lebih bervariasi. Untuk kabel internal tidak berbeda jauh dengan kabel ATA, namun untuk koneksi eksternal agak sedikit berbeda.

SCSI lebih cepat dan stabil dibandingkan ATA, SCSI juga lebih mahal. Di samping kedua hal tersebut ada beberapa hal lain yang juga membedakan SCSI dengan ATA:

Buffer
Buffer memory yang dimiliki oleh SCSI sebenanrnya lebih besar dari ATA. Namun belakangan, harddisk ATA menambahkan jumlah cache memory-nya sehingga hal ini dapat meningkatkan performa ATA itu sendiri.
RPM
RPM adalah singkatan dari Rotation Per Minute. Nilai RPM adalah nilai kecepatan putaran piringan dalam harddisk. Semakin cepat putaran sebuah harddisk, maka data di dalamnya lebih mudah diakses. RPM harddisk SCSI lebih besar daripada harddisk ATA. Ini artinya data pada SCSI lebih cepat diakses ketimbang data pada ATA.
Seek Time
Seek time adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencari data. Seek time SCSI harddisk juga lebih cepat dibandingkan harddisk ATA.
Kapasitas
Kapasitas harddisk pada ATA lebih besar dibandingkan SCSI dengan ketebalan yang sama. Sebab data pada setiap piringan SCSI memang lebih sedikit dibandingkan pada ATA. Ini salah satu konsekuensinya yang harus ditanggung oleh user yang menggunakan SCSI. Umumnya untuk kapasitas yang sangat besar, ukuran harddisk SCSI akan menjadi lebih besar dan berat dibandingkan ATA.
MTBF
Mean Time Between Failures atau biasanya yang disingkat MTBF adalah nilai daya tahan suatu produk yang ditentukan berdasarkan research pada produk tersebut. MTBF yang dimiliki oleh harddisk SCSI adalah 1 juta jam. Sedangkan harddisk ATA hanya 500.000 jam. Ini berarti, harddisk SCSI dapat dijalankan sampai 1 juta jam lamanya, sedangkan harddisk ATA akan mati setelah 500.000 jam bekerja.

SATA
SATA adalah singkatan dari Serial ATA. Selama ini apa yang disebut ATA merupakan transmisi paralel. Oleh sebab itu, dengan keluarnya Serial ATA, ATA yang ada sebelumnya disebut juga Paralel ATA.

Perbedaan yang sangat mencolok antara Paralel ATA dengan Serial ATA adalah penampilan kabel keduanya. Jika Paralel ATA memiliki kabel yang sangat lebar, sebaliknya lebar kabel Serial ATA hanya 8 mm saja. Jauh lebih kecil dibandingkan kabel Paralel ATA. Panjang kabel pun berbeda, maksimal panjang kabel Paralel ATA hanya 45 cm. Serial ATA mampu melakukan transmisi dengan panjang kabel sampai 1 meter.

Setiap satu kabel Serial ATA hanya dapat digunakan untuk koneksi satu buah perangkat saja. Sehingga bandwidth transmisi dapat lebih maksimal pada Serial ATA dibandingkan Paralel ATA. Bila port yang disediakan motherboard tidak mencukupi, maka Anda dapat menggunakan SATA Expander.

Pada versi Serial ATA yang pertama yaitu SATA 1.0, kecepatan maksimal transmisi adalah 150 MB/detik. Kecepatan ini meningkat pada versi SATA II yang diluncurkan tahun 2004 lalu, yaitu mencapai 300 MB/detik. Dan rencananya pada tahun 2007, akan ditingkatkan lagi menjadi 600 MB/ detik.

Selain berbeda kabel data dengan ATA, SATA juga menggunakan kabel power yang berbeda dengan ATA. Bentuk kabelnya hampir sama dengan kabel data, hanya saja lebih panjang sedikit.

Bila Anda memiliki harddisk ATA, namun ingin menggunakan transmisi SATA, maka Anda dapat memasangkan SATA adapter pada harddisk (seperti terlihat pada gambar). SATA harddisk juga dapat dihubungkan ke Serial Attached SCSI controller untuk kemudian berkomunikasi dengan menggunakan sistem Serial Attached SCSI. Sebaliknya, perangkat Serial Attached SCSI tidak dapat dipasangkan pada SATA controller.

SAS
SAS merupakan singkatan dari Serial-Attached SCSI. Sesuai namanya, SAS adalah SCSI yang terpasangkan secara paralel. Oleh sebab itu, interface SAS adalah point to point. SAS merupakan versi SCSI yang lebih baik dari yang sebelumnya, yang terpasang secara
paralel atau yang kini disebut juga Paralel SCSI. SAS mengatasi degradasi bandwidth yang dialami oleh Paralel SCSI pada signal rate yang tinggi. Dari segi ukuran, keduanya memiliki pin yang juga berbeda. Pin SAS lebih kecil dibandingkan Paralel SCSI, hal ini membuat SAS dapat juga digunakan pada harddisk yang lebih kecil, seperti 2,5 inci drive yang digunakan untuk harddisk notebook.

SAS mulai dikembangkan oleh SAS Working Group pada tahun 2001. Working group ini sendiri terdiri dari beberapa perusahaan komputer raksasa, seperti IBM, HP, Maxtor, Seagate, dan LSI Logic.

Kecepatan yang dimiliki oleh SAS adalah 300 MB/detik. Lebih kecil memang dari SCSI Ultra 320 yang terbaru, yang mampu melakukan transmisi dengan kecepatan 320 MB/detik. Hanya saja, satu kelebihan yang sangat signifikan dari SAS adalah transmisi dilakukan dengan full duplex, sedangkan SCSI Ultra 320 adalah transmisi half duplex. Artinya, transmisi SAS dilakukan secara dua arah sekaligus, sedangkan SCSI Ultra 320 searah secara bergantian.

Tidak hanya itu saja, SAS dapat melakukan transmisi multilink yang dapat digunakan untuk meningkatkan bandwidth-nya multilink pada SAS dapat dilakukan 1x, 2x, 3x, sampai 4x. Ini artinya, kecepatan transmisi dengan SA dapat ditingkatkan 4x300 MB/detik, yaitu 1200 MB/detik.

SAS yang mampu digunakan untuk mendukung 16256 perangkat sekaligus, pada tahun 2010 diharapkan dapat melakukan transmisi dengan kecepatan 1,25 GB/detik, empat kali lipat lebih dari kecepatannya saat ini.

Yang Mana?
Bagaimana? Apa yang akan Anda pilih. Masing-masing transmisi memiliki kelebihan dan kekurangannya. Sebaiknya Anda melihat kembali kebutuhan yang akan digunakan.

Jika untuk digunakan pada server, tidak ada salahnya melirik SCSI atau SAS. Atau dengan menggunakan perangkat SATA yang lebih murah dari SAS, kemudian menghubungkannya ke SAS controller.

Tetapi jika hanya akan digunakan untuk komputer personal, menggunakan ATA tidak terlalu menjadi masalah. Meskipun saat ini sudah semakin banyak harddisk yang menggunakan SATA dan sudah semakin banyak pula motherboard yang menyediakan koneksinya.

Namun, tetap saja semuanya kembali lagi kepada Anda, ke mana pilihan akan Anda jatuhkan.


Wide Area Network, Jalur Panjang Data Anda

Komunikasi, sebuah kebutuhan utama saat ini yang mau tidak mau harus dipenuhi oleh semua kalangan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, media komunikasi menjadi kunci utama. Wide Area Network adalah kunci utama untuk komunikasi data jarak jauh. Sebenarnya, Anda tidak perlu lagi diberi penjelasan mengenai betapa pentingnya komunikasi yang cepat dan efektif saat ini, karena mungkin semua dari Anda sudah merasakannya. Apa jadinya dunia bisnis tanpa e-mail, tentu akan sangat merepotkan dan memakan waktu lebih banyak untuk bekerja. Apa jadinya dunia pendidikan tanpa Internet, mungkin pengetahuan para pelajar dan mahasiswa tidak akan bisa cepat berkembang.
Perkembangan dunia komunikasi data ternyata juga bukan hanya itu saja. Para pekerja kini dituntut untuk lebih cepat bergerak dan menyelesaikan pekerjaannya. Tren bekerja saat ini tidak lagi terikat tempat dan waktu. Jika ada di rumah Anda harus bisa melakukan koneksi VPN ke kantor Anda, jika di kantor cabang Anda harus bisa terhubung dengan jaringan kantor pusat, jika sedang bersantai di café Anda bisa terkoneksi dengan VPN ke jaringan kantor pusat menggunakan hotspot, dan banyak lagi. Kini jaringan kantor pusat Anda bisa berada di mana-mana. Menyelesaikan pekerjaan Anda pun bisa di mana saja.

Semua komunikasi data yang Anda lakukan dari tempat-tempat berbeda, pasti akan mengandalkan satu jenis teknologi komunikasi, yaitu teknologi komunikasi Wide Area Network atau sering disebut dengan singkatan WAN. WAN bukanlah salah satu teknologi spesifik, namun merupakan sekumpulan teknologi yang tugasnya adalah menghantarkan data dalam jarak yang jauh.

Di dalam teknologi WAN, masih banyak teknologi komunikasi data jarak jauh lainnya yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri dalam menghantarkan data. Dengan banyaknya jenis teknologi WAN ini, pengguna dapat menentukan apa yang ingin mereka gunakan untuk berbagai keperluan mereka.

Siapakah Penyedia Koneksi WAN?
Untuk dapat menggunakan teknologi komunikasi WAN, mungkin paling pertama Anda harus mengetahui dulu siapakah yang mampu menyediakan teknologi ini. Penyedia jasa telekomunikasi jarak jauh tentu sudah memiliki infrastruktur yang berkemampuan dilewati data selain daripada suara. Biasanya penyedia jasa tersebut sudah memiliki terminasi-terminasi di berbagai lokasi agar area coverage-nya luas.

Penyedia jasa komunikasi jarak jauh yang paling utama adalah pihak-pihak yang menguasai jalur dan komunikasi suara. Hal ini dikarenakan jalur komunikasi suara pasti sudah memiliki infrastruktur yang luas dan stabil. Dengan demikian, tidak akan sulit untuk membuat jalur komunikasi data di dalam infrastrukturnya. Selain itu, perusahaan-perusahaan yang memiliki modal kuat untuk membangun infrastruktur tentu akan menjadi salah satu pemain di dalamnya. Biasanya mereka membangun jalur backbone menggunakan fiber optik untuk kemudian didistribusikan ke pelanggan-pelanggannya dalam bentuk media optik juga atau dalam media lainnya, seperti Wireless, ADSL dan CableModem, dan banyak lagi.

Metode Komunikasi Apa Saja yang Biasa Ada dalam Teknologi WAN?
Ada dua jenis metode dalam komunikasi data melalui WAN jika dilihat dari caranya membangun dan mempertahankan proses komunikasi yang terjadi. Metode tersebut adalah:

1. Asynchronous Transmission
Arti kata Asynchronous secara harafiah dapat berarti juga “tanpa bergantung pada waktu”. Maksudnya dalam dunia komunikasi data adalah tidak diperlukannya clock atau denyut sumber penentu waktu untuk menjaga hubungan yang terjalin antara pengirim dan
penerima data. Dengan kata lain, komunikasi yang terjalin antara si pengirim dan penerima tidak perlu disinkronkan terlebih dahulu sebelum dapat saling berkirim data.

Tanpa adanya proses sinkronisasi yang selalu menjaga hubungan ini, komunikasi berjenis Asynchronous harus disertakan dengan mekanisme pembuka jalur komunikasi. Mekanisme ini memang sudah ada dalam komunikasi jenis ini, yaitu menggunakan bit-bit konfirmasi sebelum mengirimkan data, agar pihak penerima dapat mengetahui bahwa ada yang akan menjalin hubungan dengannya dan harus bersiap-siap untuk menerima data. Bit-bit konfirmasi ini berupa sinyal yang memberitahukan kapan saat start dan stop-nya data dikirimkan.

Asynchronous transmission ini sering disebut juga dengan istilah komunikasi “Character-framed” atau komunikasi “start/stop” karena metode ini akan melakukan semacam framing untuk setiap karakter yang dikirimkan. Framing tersebut dilakukan dengan memberikan bit-bit start dan stop. Setiap karakter biasanya dibentuk dari 7 sampai 8 bit bilangan biner yang dapat mewakili sebuah angka, huruf, maupun tanda baca. Setiap karakter tersebut harus diawali oleh sebuah start bit dan diikuti oleh satu atau dua stop bit pada bagian akhir karakter. Dua buah stop bit di sini dimaksudkan untuk menjaga agar jika stop bit pertama diterima dalam keadaan error oleh penerima, maka stop bit berikutnya akan terbaca.

Koneksi Asynchronous serial sangatlah mudah dan murah untuk diterapkan dalam komunikasi data. Biasanya koneksi jenis ini menggunakan bantuan media telepon analog yang biasa ada di rumah-rumah. Jadi di manapun Anda, asalkan ada line telepon, maka Anda dapat menikmati koneksi jenis Asynchronous serial ini.

2. Synchronous Transmission
Synchronous arti harafiahnya adalah “sesuai dengan waktu”. Dalam dunia komunikasi, Synchronous artinya dalam menjalin komunikasi data digunakan sebuah sinyal penentu waktu atau sering disebut dengan clock. Sinyal penentu waktu ini berguna untuk menjaga
hubungan antara pengirim dan penerima tidak terputus dan siap melakukan transaksi data kapan saja diinginkan. Sinyal clock ini dapat disertakan bersama aliran data maupun diberikan secara terpisah ke masing-masing interface komunikasi.

Jika antara kedua host yang ingin berkomunikasi menggunakan system sinyal clocking ini, maka bit-bit start dan stop yang ada dalam setiap karakter tidaklah diperlukan lagi. Hal ini dikarenakan ratusan bahkan ribuat karakter dapat diwakili oleh sebuah sinyal sinkronus yang memang dikirimkan secara berkala.

Sebagai contohnya adalah koneksi dengan menggunakan media Ethernet. Field yang digunakan untuk sistem sinkronisasi ada pada setiap paket data yang lewat. Field yang diberi nama Preamble ini membentuk pola yang terdiri dari angka nol dan satu. Pola ini yang digunakan oleh pengirim dan penerima data untuk saling bersinkronisasi. Dengan demikian, tidak perlu setiap karakter diberikan start dan stop bit sebagai konfirmasi pengirimannya.

Bagaimana Data Dapat Dihantarkan?
Para penyedia jasa media jaringan komunikasi umumnya menggunakan kedua jenis metode komunikasi ini dalam menjual jasanya. Keduanya disediakan agar banyak produk yang dapat ditawarkan untuk alternatif WAN. Namun secara garis besar, jenis koneksi WAN masih dibagi lagi menjadi tiga bagian, namun kali ini berdasarkan cara menghantarkan data dari ujung pengirim ke penerima. Berikut ini adalah jenisjenisnya:

Jaringan Dedicated atau Leased Line
Mungkin Anda yang sedikit banyak berhubungan dengan jaringan komunikasi data di kantor atau di institusi, tentu pernah mendengar apa yang disebut dengan jaringan Dedicated atau sering juga disebut dengan istilah Leased line. Yang dimaksud dengan jaringan Dedicated ini adalah sebuah media komunikasi yang secara kontinyu digunakan untuk menghubungkan titiktitik yang ingin berkomunikasi. Media komunikasi ini ditujukan untuk bekerja tanpa henti, tanpa dibagi oleh siapapun dan tanpa dapat dicampuri oleh data yang bukan milik penggunanya.

Biasanya media koneksi Dedicated atau Leased line ini merupakan media komunikasi dengan kecepatan tinggi, dengan kualitas nomor satu, dengan tingkat reliabilitas tinggi baik dalam menghantarkan data maupun dalam ketersediaannya (jarang bermasalah). Karena hanya Anda saja yang menggunakan jalur ini, maka itu media jenis ini sering disebut dengan istilah Leased line atau jalur yang disewa. Hal inilah yang membuat harga dari media jenis ini tidak dibanderol dengan sembarangan. Anda harus membayar dalam jumlah yang cukup lumayan untuk ini.

Koneksi jenis Leased line menawarkan bandwidth yang cukup bervariasi tergantung pada sejauh mana kebutuhan Anda. Biasanya dimulai dari 64 Kbps yang paling kecil hingga 2 Mbps. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi bandwidth, ini pun bisa meningkat lagi.

Koneksi jenis ini sangat ideal digunakan oleh perusahaan atau organisasi yang melakukan komunikasi data dalam volume yang cukup tinggi dan terus menerus tanpa henti. Jika pola traffic data Anda terputus-putus dan sering kali jalur komunikasi ini dalam keadaan kosong, maka menggunakan Leased line tidaklah menguntungkan karena ada ataupun tidak traffic data di dalamnya, Anda harus tetap membayarnya.

Dedicated Leased line biasanya adalah berupa koneksi tipe serial syncronous. Setiap ujung dari koneksi Leased line ini akan berakhir di interface serial Synchronous di sebuah router. Router tersebut akan terkoneksi ke Leased line ini melalui perantaraan sebuah perangkat yang disebut Channel Service Unit/Data Service Unit (CSU/DSU). Biasanya perangkat ini adalah berupa sebuah modem Leased line.

Dengan demikian, setiap leased line yang ingin Anda pasang, harus disertai juga dengan sebuah modem dan interface synchronous di router Anda. Apa jadinya jika Anda memiliki banyak koneksi Leased line? Tentunya Anda membutuhkan banyak perangkat CSU/DSU atau dengan kata lain modem, interface synchronous router, kabel penghubung antara modem dengan routernya, dan tentunya beberapa media Leased line itu sendiri.

Apakah cocok koneksi jenis Leased line digunakan untuk menghubungkan kantor pusat Anda dengan banyak kantor cabang? Tentu jawabannya tergantung pada pemakaian dan kebutuhan Anda. Berlangganan banyak koneksi Leased line, tentu akan banyak juga mengeluarkan biaya. Tidak saja biaya koneksinya, namun juga biaya untuk modemnya, belum lagi interface router-nya dan kabel penghubungnya yang tidak murah. Uang yang Anda keluarkan tentu akan berlipat-lipat juga banyaknya karena banyak Leased line yang harus dimiliki.

Menjaganya pun memerlukan ekstra perhatian karena jumlahnya secara fisik memang banyak. Belum lagi Anda harus menyediakan tempat yang memadai untuk terminasi Leased line Anda dan menumpuk modem-modemnya beserta router-router-nya.

Namun jika karakteristik traffic data Anda memang sangat padat penggunaannya, membutuhkan kualitas koneksi yang stabil, butuh kecepatan yang tinggi, dan tidak pernah terputus 24x7, maka Leased line adalah jenis media yang paling cocok. Biasanya koneksi Leased line cukup rentan terhadap masalah. Selain itu, mencari sumber masalahnya pun relatif cukup mudah karena jalurjalurnya dapat dengan jelas terdeteksi.

Koneksi Leased line yang telah lama dan digunakan adalah koneksi menggunakan media kabel tembaga dengan sistem komunikasi synchronous serial. Namun belakangan ini, media sistem komunikasi Leased line juga sering menggunakan media kabel tembaga dengan sistem komunikasi DSL. Selain itu, teknologi cable modem juga sering kali digunakan untuk menghantarkan servis dedicated ini.
Jaringan Circuit-Switched
Yang dimaksud dengan jaringan Circuit-Switched adalah jaringan yang memiliki kemampuan untuk memberikan Anda koneksi dedicated, namun hanya untuk sementara waktu saja atau selama Anda ingin melakukan komunikasi saja. Selebihnya dari itu, maka Anda tidak memiliki jaringan dedicated apapun.

Untuk mendapatkan koneksi dedicated ini, penggunanya diharuskan mengirimkan setup signal untuk memulai proses pembentukan jaringan. Kemudian dalam proses pembentukan jaringan ini, parameter yang harus ada biasanya adalah caller ID, destination ID, dan tipe koneksi. Setelah semuanya diterima sesuai dengan yang ditentukan, maka sebuah jaringan dedicated akan terbentuk untuk Anda. Jika ingin memutuskan koneksi dedicated ini, Anda tinggal mengirimkan sinyal pemutus, maka koneksi ini segera berakhir.

Contoh dari jaringan jenis ini adalah jaringan Plain Old Telephone Service (POTS) atau dengan kata lain adalah jaringan telepon yang umumnya ada di masyarakat saat ini. Ketika Anda melakukan peneleponan atau melakukan dial ke sebuah Remote Access Server (RAS), pertama-tama perangkat Anda akan melakukan pengiriman sinyal setup.

Setelah itu, parameter-parameternya akan dikirimkan ke lokasi tujuannya. Koneksi jaringan data jenis ini yang banyak digunakan adalah koneksi asynchronous dial-up, ISDN BRI, dan ISDN PRI. Setelah semuanya selesai, maka jaringan dedicated langsung terbentuk untuk Anda, baik berupa jaringan suara maupun jaringan data. Meskipun jaringan jenis ini tidak cocok untuk membangun sebuah koneksi WAN, namun jaringan jenis ini sangatlah umum digunakan dan relatif reliabel.

Jaringan Circuit-Switched biasanya menyediakan penggunanya sebuah komunikasi yang lebih bersifat mobile dan juga komunikasi yang dapat dilakukan dari rumah atau dari mana saja. Komunikasi ini dapat dilakukan dengan jaringan yang ada di kantor pusat Anda, maupun dengan ISP untuk mendapatkan koneksi Internet. Jadi sebenarnya, Anda bisa memiliki koneksi dedicated dengan tujuan ke manapun Anda suka.

Selain itu, koneksi jenis ini biasanya digunakan untuk membuat jalur komunikasi back-up pada perusahaan-perusahaan besar. Atau biasanya sering juga digunakan untuk berfungsi sebagai jaringan utama untuk kantor-kantor cabang yang traffic komunikasi datanya tidak terlalu tinggi.

Namun, yang cukup membuat koneksi jenis ini mulai ditinggalkan sebagai koneksi utama adalah biaya yang harus dibayar oleh penggunanya jika jaringan ini digunakan dalam waktu yang lama. Jika Anda membangun koneksi dalam jangka waktu yang lama, maka tarif untuk pulsa koneksinya juga terus dihitung. Apa jadinya jika RAS Anda berada di luar negeri, tentunya biaya yang dikeluarkan akan semakin mahal saja. Untuk menyiasati ini, biasanya para administrator jaringan membuat sistem Dial on Demand Routing, yaitu membuat router Anda hanya melakukan komunikasi dengan RAS hanya pada saat ada data yang ingin dikirimkan.

Jaringan Packet-Switched
Jaringan jenis ini cukup berbeda dari kedua jaringan di atas. Yang membedakannya adalah jaringan ini sama sekali tidak membangun koneksi dedicated yang khusus untuk dilewatkan data Anda. Namun, jaringan ini dapat menghantarkan setiap paket Anda langsung ke tujuannya bagaikan melalui sebuah jaringan dedicated.

Sebenarnya yang dilakukan oleh jaringan Packet-Switching ini adalah paket data yang Anda kirimkan dirouting kembali di dalam jaringan penyedia jasa tersebut. Routing dalam jaringan ini dilakukan berdasarkan pengalamatan khusus yang berada di dalam paket header ataupun dalam frame header. Dengan adanya teknologi ini, maka semua fasilitas WAN yang ada dalam penyedia jasa jaringan dapat digunakan oleh banyak pelanggan lain, tanpa perlu menyediakannya khusus satu per satu. Dengan menggunakan satu perangkat dan satu koneksi di dalamnya, maka penyedia jasa dapat melayani banyak pengguna sekaligus.

Dalam jaringan Packed-Switched, penyedia jasa jaringan ini mengonfigurasi perangkat switching-nya untuk dapat membuat Virtual Circuit (VC) yang akan menghantarkan konektivitas endto-end ke pelanggan. Sesuai dengan namanya, jaringan yang dibuat untuk menghubungkan end-to-end itu juga bersifat virtual atau dengan kata lain koneksi yang dibuat secara logika di dalam jaringan penyedia jasa.

Jaringan jenis Packet-Switched ini menawarkan kemudahan bagi para penggunanya untuk mengelola jaringan point-to-point yang mereka gunakan. Para administrator jaringan tidak perlu lagi mengawasi jalur-jalur Leased line ke kantor-kantor cabang satu per satu. Tidak perlu lagi mengawasi modem dan interface router yang berjumlah banyak, karena semua itu sudah dibundel menjadi satu dalam jaringan jenis Packet-Switched ini.

Selain itu, jaringan jenis ini tentunya juga akan menghemat biaya yang harus Anda keluarkan. Harga jaringan ini sudah pasti lebih murah daripada leased line, karena semua fasilitas WAN di dalam penyedia jasa digunakan secara bersama. Jadi biaya sewa dan kepemilikan tentu akan lebih murah.

Virtual Circuit dapat dibuat secara permanen maupun sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Jaringan Packet-Switched yang paling populer digunakan saat ini adalah jaringan Frame relay. Selain itu, ada media berjenis ATM dan X.25 yang juga menggunakan system virtual circuit ini. Kecepatan dan fitur dari beberapa jaringan ini juga berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan Anda. Yang pasti semua jenis koneksi ini menggunakan satu perangkat switching yang dapat membangun virtual circuit yang dapat memungkinkan penggunanya berkomunikasi data dengan beberapa kantor cabang dengan hanya menggunakan satu link saja.
Protokol Apa Saja yang Mengatur Komunikasi WAN?
Media yang melayani komunikasi WAN adalah termasuk dalam layer Physical dalam 7 OSI Layer. Data yang lalu-lalang di dalam media WAN tersebut diatur dengan menggunakan seperangkat aturan yang ada di dalam layer Data link dalam 7 OSI layer.

Seperangkat peraturan atau yang sering disebut dengan istilah protokol ini, mengatur bagaimana si pengirim dan penerima data dapat menggunakan media WAN tersebut secara teratur. Pembungkusan data dalam layer Data link ini sering disebut dengan enkapsulasi. Untuk itu, protokol pengatur ini sangatlah penting ditentukan dalam penggunaan media WAN.

Berikut ini adalah protokol-protokol pengatur penggunaan media WAN:

Point-to-Point protocol (PPP)
Protokol PPP adalah merupakan protokol standar yang paling banyak digunakan untuk membangun koneksi antara router ke router atau antara sebuah host ke dalam jaringan dalam media WAN Synchronous maupun Asynchronous.

Serial Line Internet Protocol (SLIP)
SLIP merupakan pendahulu dari PPP yang banyak digunakan dalam membangun koneksi serial Point-to-Point yang menggunakan protokol komunikasi TCP/IP.

High-level Data Link Control (HDLC)
Protokol layer data link ini merupakan protokol ciptaan Cisco System, jadi penggunaan protokol ini hanya ketika sebuah jalur WAN digunakan oleh dua buah perangkat router Cisco saja. Apabila perangkat selain produk Cisco yang ingin digunakan, maka protokol yang digunakan adalah PPP yang merupakan protokol standar.

X.25/LAPB
X.25 merupakan standar buatan organisasi standardisasi ITU-T yang mendefinisikan cara koneksi antara perangkat DTE (Data Terminal Equipment) dengan DCE (Data Communication Equipment) yang memungkinkan perangkat-perangkat komputer dapat saling berkomunikasi. Kelebihan dari X.25 adalah kemampuannya untuk mendeteksi error yang sangat tinggi. Maka dari itu, protokol komunikasi ini banyak digunakan dalam media WAN analog yang tingkat error-nya tinggi.

Frame Relay
Frame relay merupakan protokol yang khusus digunakan untuk membuat koneksi WAN jenis Packet-Switched dengan performa yang tinggi. WAN protokol ini dapat digunakan di atas berbagai macam interface jaringan. Karena untuk mendukung performanya yang hebat ini, frame relay membutuhkan media WAN yang berkecepatan tinggi, reliabel, dan bebas dari error.

Asynchronous Transfer Mode (ATM)
ATM merupakan sebuah protokol standar internasional untuk jaringan cell relay, di mana berbagai macam servis seperti suara, video, dan data digandeng bersamaan dengan menggunakan cell-cell yang berukuran tetap. Protokol ATM banyak digunakan untuk memaksimalkan penggunaan media WAN berkecepatan sangat tinggi seperti Synchronous Optical Network (SONET).
Pilih WAN yang Tepat
Media WAN beserta perangkat pendukungnya bukanlah sebuah servis yang murah. Harga yang harus Anda bayar cukup tinggi hanya untuk servis WAN yang paling kecil sekalipun. Untuk itu, kenalilah semua jenis dan pernakperniknya lebih dalam ketika berencana menggunakannya. Jangan sampai Anda salah memilih WAN yang berharga mahal ini dan pada akhirnya tidak cocok dengan kebutuhan Anda. Pada edisi selanjutnya, akan dibahas mengenai cara-cara pemilihan WAN yang cocok dan berbagai macam pernak-perniknya. Selamat belajar!


USB, FireWire, atau SCSI?


Meskipun repot dan mahal, kadang beberapa konsumen menganggap perlu untuk menambah koneksinya. Namun, di antara koneksi yang ada mana yang lebih baik? USB, FireWire, atau SCSI?
Pada saat akan membeli sebuah produk seperti printer, kamera, atau bahkan sebuah perangkat lain yang jauh lebih sederhana, kita kerap kali bertanya: “Koneksi apa yang digunakan? USB atau FireWire?” Atau tidak jarang juga timbul pertanyaan-pertanyaan: sebenarnya apa bedanya antara USB dan FireWire? Mengapa semua komponen tidak menggunakan koneksi yang sama saja? Bukankah dengan demikian konsumen tidak akan dibingungkan lagi.
Bahkan sekarang pilihan yang ada lebih bervariasi lagi. Karena setiap koneksi bisa memiliki lebih dari satu versi yang berbeda. Pada USB dan FireWire mungkin tidak terlalu riskan, karena keduanya hanya memiliki dua versi saja, Yaitu USB 1.1 dan USB 2.0 serta FireWire a dan FireWire B. Namun, lain halnya dengan SCSI yang memiliki lebih dari lima versi. Ada, SCSI Wide Ultra2 SCSI Ultra3 dan masih ada beberapa lagi. Selain versi, pin pun beragam. Beragamnya bentuk pin biasanya dipengaruhi, baik dari versi transmisi (misalnya pada SCSI) atau dapat juga dipengaruhi dari perangkat yang digunakan. Contohnya saja konektor USB pada kamera digital dengan konektor USB pada MP3 Player berbeda.

Untuk membeli produk tertentu, kita memang tidak dapat sembarang beli, melainkan kita harus mencocokkannya dengan apa yang sudah dimiliki oleh komputer. Meskipun tidak jarang juga seseorang akan dengan sengaja menambahkan koneksi baru agar mendapatkan transmisi yang lebih cepat.

Salah satu yang menjadi pilihan selain USB dan FireWire adalah SCSI. Jika untuk komputer personal, kehadiran SCSI menjadi pilihan yang masih dapat ditawar. Lain halnya pada server atau komputer-komputer yang membutuhkan akses data yang cepat, maka kehadiran SCSI dianggap salah satu syarat.

Mana yang lebih baik USB, FireWire, atau SCSI? Pertanyaan yang benar bukan mana yang lebih baik, tapi mana yang paling tepat untuk kebutuhan Anda. Sebab setiap koneksi tidak hanya berbeda dalam hal biaya dan kecepatan saja. Ketiga koneksi yang disebutkan
tadi juga memiliki karakter yang berbeda-beda satu sama lain. Oleh sebab itu, Anda harus jeli menelaah aplikasi yang akan digunakan sebelum memutuskan membelinya.

USB
Ketersediaan port USB sudah menjadi umum pada hampir seluruh komputer ataupun notebook keluaran tahun ini. Biasanya setiap komputer memiliki dua sampai empat port USB.

USB kali pertama dikembangkan untuk menggantikan port serial pada Mac dan port parallel pada PC. Meskipun kenyataannya, pada PC saat ini USB tidak hanya menggantikan port parallel saja melainkan juga serial. Lihat saja kini sudah banyak mouse, keyboard, gamepad, atau PDA yang biasanya menggunakan port serial kini juga menggunakan port USB.

Awalnya USB yang diperkenalkan adalah USB 1.1, namun sekarang USB sudah berkembang menjadi USB 2.0. Walaupun kehadiran USB 2.0 sudah banyak melengkapi berbagai komputer dan notebook, bukan berarti USB 1.1 tidak lagi beredar. Saat ini, masih banyak beberapa produk atau komputer yang masih menggunakan USB 1.1.

Setiap sebuah kabel USB di dalamnya terdapat empat kawat kabel kecil. masing-masing berwarna merah, cokelat, kuning, dan biru. Merah untuk menghantarkan tegangan 5 Volt, cokelat untuk Ground, dan kuning-biru untuk mengirimkan data. Secara fisik bentuk konektor ada dua macam. Yang pertama disebut konektor A dan yang satu lagi disebut konektor B. Bila alat yang digunakan memiliki USB yang terpasang secara permanen, maka yang akan terhubung ke komputerlah dinamakan konektor A. Sedangkan bila alat menggunakan kabel terpisah, maka konektor yang terhubung pada alat dinamakan konektor B.

Pada USB, Anda lebih bebas memasang alat dibandingkan dengan serial atau parallel biasa. Sebab dengan USB, Anda dapat memasang alat dengan cara plug n play tanpa harus proses deteksi terlebih dahulu. Dan proses instalasi pun tidak dapat berjalan lebih mudah.

Kecepatan USB juga masih lebih baik dibandingkan dengan koneksi serial dan parallel. USB yang pertama (USB 1.1) memiliki kecepatan 1,5 MBps dan 12 MBps. Sedangkan USB dua memiliki kecapatan 20 kali lebih cepat dari USB 1.1, yaitu 480 MBps (sama dengan 60 MBps). Memang lebih cepat dari paralel biasa, namun tetap saja tidak lebih cepat dibandingkan FireWire b (100 MBps=800 MBps)) atau SCSI Ultra3 (160 MBps=1280 MBps).

Sekarang yang banyak beredar dipasaran adalah USB 2.0. Namun bukan berarti USB 1.1 ditinggalkan. USB ini masih tetap ada. Anda juga tidak perlu takut terhadap kompatibilitasnya bila menggunakan USB berbeda versi. Sebab keduanya tetap dapat berhubungan hanya saja kecepatannya akan mengikuti yang terendah.

Tidak hanya kecepatan yang menjadi kelebihan USB. Dengan sebuah konektor USB, Anda dapat menghubungkan 127 alat sekaligus. Yaitu dengan menggunakan alat yang dinamakan USB Hub. Biasanya satu USB Hub minimal memiliki empat koneksi. Namun salah satu yang menjadi kelemahannya adalah, hal ini akan membuat degradasi kecepatan pada koneksi.

Hub itu sendiri terbagi dua jenis, yang pertama adalah yang membutuhkan listrik sendiri atau yang disebut juga powered hub. Yang kedua adalah hub yang tidak menggunakan listrik atau disebut juga unpowered hub. Dalam memilih hub, yang perlu diperhatikan adalah alat yang akan dihubungkan. Bila alat tersbeut telah terhubung pada listrik seperti printer atau kamera yang menggunakan baterai, maka Anda dapat menggunakan unpowered hub. Tetapi apabila alat tersebut tidak terhubung pada listrik seperti mouse, harddisk eksternal, maka Anda dapat menggunakan powered hub. Sebab jarak yang terlalu jauh antara alat dengan komputer akan mengakibatkan alat tidak mendapatkan asupan listrik.

Dengan USB, jarak koneksi dapat lebih panjang dari parallel, yaitu dapat mencapai 30 meter dengan bantuan repeater. Bila tidak menggunakan repeater, maka setiap kabel mampu mengirim data sejauh 5 meter.

Jenis koneksi sebenarnya ada beberapa macam, yaitu Interrupt, Bulk, dan Isochronous.

Yang dimaksud dengan Interrupt adalah sejenis mouse atau keyboard. Data yang dikirimkan oleh peralatan ini sangat kecil dan datang di tengahtengah aplikasi yang sedang berjalan.

Lain halnya dengan Bulk. Data yang dikirimkan oleh Bulk lebih besar dan tidak terkirim secara tiba-tiba atau ditengah aplikasi yang sedang berjalan. Salah satu contohnya adalah printer.

Sedangkan yang dimaksud dengan Isochronous adalah data yang terkirim secara terus menerus atau yang disebut juga data streaming. Salah satu contoh Isochronous adalah speaker.

Untuk keperluan dua hal yang pertama USB memang sangat tepat, namun untuk keperluan yang ketiga yaitu Isochronous agak sedikit sulit. Apalagi jika data tersebut termasuk jenis true isochronous, akan lebih sulit lagi.

FireWire
Bila USB memiliki kelemahan dalam melakukan komunikasi data streaming atau Isochronous, tidak halnya dengan FireWire. FireWire kali pertama dikembangkan untuk memberikan kecepatan yang lebih baik dari USB.

FireWire yang pertama (FireWire a/FireWire 400) memiliki kecepatan 400 MBps, jauh lebih besar dari USB 1.1, namun bukan berarti juga lebih lamban dari USB 2.0. Ada beberapa pengujian yang dilakukan antara USB 2.0 dengan FireWire a dalam memindahkan data dari sebuah harddisk, baik dengan tipe dan pada komputer yang sama. Pada pengujian tersebut diketahui bahwa FireWire a dapat membaca, sekaligus menulis lebih cepat dari USB 2.0. Ada dua situs yang dapat Anda kunjungi mengenai hal ini, yaitu www.usbware.com/FireWire-vs-usb.htm dan www.barefeats.com/usb2.html.

FireWire b atau disebut juga FireWire 800 memiliki kecepatan dua kali dari versi sebelumnya, yaitu 800 MBps atau sama dengan 100 MBps. FireWire ini jauh lebih cepat dibandingkan USB 2.0, namun masih lebih jauh jika dibandingkan SCSI Ultra3. FireWire 800 memiliki nilai kecepatan yang sama dengan SCSI Wide Ultra2.

Namun, ternyata tidak hanya kecepatan saja yang lebih unggul dari USB, FireWire dapat menangani transmisi data Isochronous dengan sangat baik. Oleh sebab itu, FireWire banyak digunakan untuk transmisi perangkat multimedia.

Meskipun kecepatan dan transmisi yang dimiliki oleh FireWire lebih baik, bukan berarti FireWire lebih unggul dari USB. Ada beberapa hal yang menjadi kelemahan FireWire. Misalnya saja jumlah perangkat yang dapat terhubung dengan FireWire tidak sebanyak USB. FireWire hanya memungkinkan 63 perangkat terhubung. Namun, setiap perangkat yang terhubung oleh sebuah FireWire dapat langsung digunakan oleh dua komputer/MAC sekaligus.

Berbeda dengan USB yang bersifat host base, FireWire bersifat peer to peer. Artinya, setiap peralatan dapat terhubung satu sama lain tanpa adanya bantuan dari komputer. Misalnya, dua buah kamera yang saling terhubung satu sama lain dnegan bantuan kabel Fire-Wire. Hal ini berbeda dengan USB yang setiap alat harus terhubung pada komputer untuk dapat terkoneksi.

Dan kelemahan lain dari FireWire adalah diperlukannya alat tambahan berupa kartu FireWire untuk dapat menghubungkannya. Hal ini tentu saja menuntut dana yang lebih besar dibanding Anda menggunakan USB. Namun jika memang alat yang dimiliki membutuhkan kecepatan tinggi dan transmisi yang lebih konstan, maka FireWire patut menjadi opsi yang perlu dipertimbangkan.

SCSI
Jika Anda merasa USB dan FireWire masih kurang cepat, cobalah tengok SCSI (small computer system interface). SCSI adalah yang tercepat di antara ketiganya. Karena SCSI mampu mengeksekusi pekerjaan lebih efisien dibandingkan interface lain.

Seperti halnya FireWire, SCSI juga memerlukan kartu tambahan sebagai kontrol. Namun dari segi harga, SCSI jauh dibandingkan USB ataupun FireWire. Untuk sebuah kartu FireWire 400, Anda dapat membeli dengan harga kurang dari Rp300 ribu. Sedangkan harga sebuah kartu SCSI mulai dari Rp300 ribu lebih sampai jutaan rupiah.

Memilih SCSI juga tidak semudah memilih USB atau FireWire. SCSI ada berbagai jenisnya. Masing-masing jenis berbeda kecepatan maupun jumlah pin, sehingga dalam membelinya nanti diperlukan kehati-hatian.

SCSI merupakan perangkat multithreading, kecepatannya tidak akan menurun seiring dengan jumlah device atau perangkat disambungkan kepadanya.

Kecepatan, fleksibilitas, dan biaya membuat SCSI tidak umum dipergunakan untuk kepentingan personal. Sebagian besar menggunakan SCSI untuk digunakan pada perangkat yang memang membutuhkan kecepatan dan kinerja yang andal. Contohnya seperti harddisk dan perangkat back-up. Dan biasanya yang menggunakan bukanlah komputer personal namun server. Tetapi sebagian perangkat grafis yang membutuhkan kecepatan dan bandwidth besar juga ada yang menggunakan SCSI sebagai interface-nya. Contohnya, scanner dan printer berukuran besar atau terkoneksi pada jaringan yang sibuk.

Sama dengan FireWire, SCSI kali pertama diperkenalkan oleh Apple sebagai interface tambahan pada MAC. Namun akhirnya, SCSI berkembang dan dapat dipergunakan pada semua operating system.

SCSI yang pertama dinamakan SCSI-1 dengan kecepatan 40 MBps dan jarak maksimal 6 meter, SCSI ini mampu menampung hanya delapan devices sekaligus. Kemudian versi keduanya SCSI-2 atau yang dikenal dengan “SCSI biasa” memiliki kecepatan yang dapat ditingkatkan sampai 80 MBps dan jumlah device pun dapat ditambahkan sampai dua kali lipat SCSI-1.

SCSI terus berkembang, sejak pertama diperkenalkan yaitu tahun 1981, kini SCSI sudah tersedia dalam sembilan varian. Yang tercepat adalah SCSI yang terakhir diluncurkan yaitu SCSI Ultra3, yang memiliki kecepatan 160 MBps (sama dengan 1280 MBps) dengan jarak tempuh maksimal 12 meter dan device yang terhubung 16 buah. Ultra3 juga dilengkapi dengan Cyclical Redundancy Checking (CRC) untuk memastikan integritas data yang ditransfer serta untuk validasi jaringan.

Dalam menggunakan SCSI, setiap device yang terhubung harus memiliki ID masing-masing. Pemberian ID ini dapat dilakukan dengan bantuan software tambahan khusus untuk mengontrol SCSI device yang digunakan. Setiap device yang terhubung akan dikurangi satu. Karena kartu SCSI itu sendiri akan ikut dihitung. Misalnya saja Ultra3 yang memiliki kemampuan menampung 16 device, maka pada kenyataannya ia hanya akan menampung 15 device saja. Sebab satu ID device-nya akan digunakan untuk kartu SCSI sebagai alat kontrol.

Jika dibandingkan FireWire jarak dan device yang dapat terhubung, SCSI tertinggal jauh. Namun, untuk kecepatan dan kestabilan masih lebih baik SCSI. Meskipun dari segi harga lebih mahal.

Mana yang akan dipilih? Sebaiknya lihat kembali apa yang akan dilakukan. Jika aplikasi Anda memiliki karakter Isochronous, maka gunakan FireWire. Atau bila hanya sekadar perangkat sederhana seperti mouse, keyboard, atau flash disk, gunakan saja USB. Namun bila perangkat tersebut adalah ruang backup, terhubung ke jaringan yang sibuk, atau memang membutuhkan transmisi yang sangat stabil, sebaiknya Anda memilih SCSI.


Mengenal Teknologi UPS


Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, semakin banyak pula peralatan elektronik canggih bermunculan. Kemudahan teknologi dan efisiensi waktu semakin membuat orang merasa nyaman. Namun dibalik itu semua, ketergantungan pada energi listrik pun semakin tinggi. PLN selaku penyedia listrik di Indonesia di tuntut untuk menghadirkan energy listrik yang stabil secara terus menerus tanpa henti 1x 24 jam, 365 hari dalam setahun. Pasalnya, listrik yang tidak stabil, naik atau turun secara tiba-tiba bahkan padam, dapat mengakibatkan gangguan mulai dari yang kecil hingga kerusakan instrumen secara permanen.
Lebih dari itu, bisakah anda membayangkan apa yang terjadi jika peralatan operasi yang menggunakan listrik sedang mengoperasi pasien dan tiba-tiba listrik padam ? Insiden ini bisa mengakibatkan kejadian fatal yang dapat merengut jiwa manusia.

Namun karena banyaknya faktor yang dapat mengakibatkan gangguan pada pasokan listrik, maka lebih bijaksana untuk mempertimbangkan pemakaian UPS agar hal yang tidak di inginkan dapat di hindari. Hal ini terutama pada instrumen yang peka terhadap listrik seperti komputer, peralatan medis, laboratorium, stasiun Televisi, Radio, peralatan komunikasi dan sebagainya.
UPS (Uninterruptible Power Supply) seperti namanya, adalah seperangkat alat yang dilengkapi oleh batere yang berfungsi sebagai cadangan sumber listrik ( back up power) yang menjamin akan tersedianya pasokan listrik yang terus menerus. Kecanggihan teknologi sekarang ini membuat telah tersedia UPS yang mampu mensupply daya selama berjam-jam. Sering pula penggunaan UPS di kombinasikan dengan genset. Jika listrik padam, maka UPS tetap mampu menyuply listrik sementara menunggu genset dinyalakan.

Dengan demikian supply listrik di perkantoran untuk komputer, di rumah sakit untuk lampu operasi dan alat lab, di pabrik untuk PLC, di telekomunikasi untuk pemancar dan server, dan instrumen sebagainya dapat terjamin.

Mungkin Pada sebagian orang UPS bukanlah hal yang baru lagi, sebagian besar toko komputer menyediakan alat ini. Dalam memilih UPS, ada beberapa hal penting yang harus kita pertimbangkan dalam memilih yaitu:

1. Kapasitas UPS. Karena kapasitas dapat mempengaruhi kinerja UPS dan supply listrik yang mampu dihasilkannya. Demikian pula harga UPS akan sangat dipengaruhi oleh kapasitas output UPS tersebut.
2. Back up time. Semakin lama kemampuan backup time sebuah UPS, semakin lama pula supply daya dapat diberikan. Sesuaikan kemampuan backup time dengan waktu yang anda butuhkan.
3. Topology UPS. UPS umumnya di bagi dalam 3 kelas yaitu :
A. OFF LINE UPS : UPS jenis ini hanya dapat di gunakan sebagai back up saja dan tidak memiliki fitur AVR (automatic voltage regulator). AVR berfungsi untuk menstabilkan tegangan listrik. Gelombang yang dihasilkan umumnya adalah square type (tipe kotak). Ini adalah tipe termurah.
B. Line interactive UPS. UPS jenis ini sudah memiliki AVR sehingga bisa menstabilkan tegangan dari PLN. Umumnya UPS jenis Line Interactive memiliki 2 jenis gelombang yaitu sinus dan square. Yang mampu menghasilkan gelombang sinus berharga lebih mahal.
C. Online double conversion UPS. Ini adalah tipe terbaik dari semua jenis topology UPS, karena disamping di gunakan sebagai back up juga di gunakan sebagai Power Quality, tentunya ini adalah tipe yang paling mahal.
4. Masa Garansi dan Service level, point ini juga sangat penting. Kerja UPS yang berat selaku pelindung di baris depan yang menghadapi semua gangguan listrik secara langsung membutuhkan perawatan dan dukungan layanan servis yang baik.

Jadi sebaiknya berhati-hati dalam memilih UPS. Jangan hanya mempertimbangkan faktor harga tetapi harus di sesuaikan dengan kebutuhan anda. Salah satu perusahan yang memfokuskan diri dalam penyediaan UPS adalah PT VEKTORDAYA MEKATRIKA Jakarta, selaku agen tunggal UPS Merk VEKTOR dan VEKTOR ABLEREX di Indonesia. Untuk kota Makassar terdapat dua distributor yaitu ARIEL COMPUTER (Telp. 310-310) dan ELEXTRA COMPUTER (Telp. 423-888),siap membantu untuk memberikan konsultasi dan informasi dalam memilih UPS sehingga UPS yang dipilih sesuai dengan kebutuhan yang di inginkan. (*)

10 Tips Ringkas Menggunakan Search Engine dengan Efektif


Search engine adalah situs yang biasanya pertama kali kita kunjungi saat membutuhkan informasi di Internet. Tujuan awalnya sih agar perburuan info tidak menghabiskan banyak waktu dan materi yang terkumpul juga jauh lebih banyak dan lengkap. Namun tak jarang kita malah kecewa setelah menghabiskan banyak waktu di depan komputer toh info yang didapat jauh dari yang cukup. Berikut ini adalah 10 tips yang dapat Anda pergunakan sebagai panduan mencari informasi di Internet.

1. "Berpikir layaknya manusia".
Search engine didesain oleh manusia untuk bisa memahami manusia. Saat memasukkan kata kunci (keyword) pada search engine jangan menggunakan susunan kata-kata sinonim. Misalnya, jika Anda menanyakan "dimana bisa saya dapatkan script film Titanic" kepada si Bejo pacar Anda, maka yang kata-kata yang dapat dimasukkan pada search engine adalah "movie script" AND Titanic. Bukannya Titanic movie film script book.

2. Huruf besar.
Secara umum selalu gunakan huruf kecil saat mengetikkan keyword di search engine, namun untuk beberapa search engine macam Altavista (www.altavista.com) huruf besar sangat berpengaruh. Pada Altavista jika Anda mengetikkan star maka hasil pencarian turut memasukkan website yang mengandung Star, STAR, staR dan lain lain. Tapi jika kata yang Anda masukkan adalah China maka hanya situs yang berhubungan dengan negara China saja yang akan ditampilkan.

3. Jangan Pernah Mendewakan Search Engine Tertentu.
Google (www.google.com), Altavista (www.altavista.com), Hotbot (www.hotbot.com) dan Ftpsearch (www.ftpsearch.com) adalah search engine yang sudah tak asing lagi di telinga. Namun seiring dengan perkembangan Internet search engine -search engine ini telah banyak mengubah kebijaksaannya. Salah satunya adalah dengan membuat filter-filter untuk mensensor materi tertentu. Coba saja gunakan search engine diatas untuk mencari file MP3 dan bandingkan hasilnya saat Anda menggunakan search engine lain. Untuk mencari situs lokal, Search Indonesia (www.searchindonesia.com) terkadang lebih baik daripada Google.

4. Tetap Konsentrasi pada Tujuan.
Tetap konsentrasi pada informasi yang Anda cari. Sering kali kita tergoda oleh info-info yang berada diluar konteks tujuan (misalnya dalam bentuk pop-up) sehingga melupakan tujuan awal browsing.

5. Gunakan tanda (" ")
Tanda (" ") bertujuan untuk membatasi pencarian. Jika Anda mengetikkan "dancing wolf" maka hanya situs-situs yang mengandung tepat frase dancing wolf akan ditampilkan.

6. Gunakan Kata Sespesifik Mungkin.
Misalkan Anda ingin mencari info seputar mobil klasik keluaran Mercedes-Benz, maka Anda bisa ketikkan "Classic Marcedes-Benz". Hindari kata classic car apalagi hanya mengetikkan kata car. Jika model mobil yang Anda cari hanyalah jenis "Mercedes-Benz 300SL" maka cukup ketikkan frase tersebut (tanda petik turut disertakan) pada search engine.

7. Menggunakan tanda + dan -
Persempit wilayah pencarian dengan memanfaatkan ke dua tanda ini. Misalnya Anda ingin mencari tips bagaimana meng-uninstall paksa beberapa komponen Windows. Maka ketikkan +"Windows XP" +hint +tips -uninstall -sex -girl -"make money" pada search engine. Perhatikan susunan kata dari kiri ke kanan (hirarki yang semakin sempit). Tanda - bertujuan untuk membuang situs yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan info yang sedang dicari. Tanda + dan - identik penggunaannya dengan operator boolean AND dan NOT.

8. Kombinasi Operator Boolean AND, OR dan NOT.
Contoh: woman AND cancer OR "breast cancer" NOT sex. Artinya search engine akan mencari situs yang berhubungan dengan wanita dan penyakit kanker payudara dan bukan situs-situs porno.

9. Gunaan ejaan yang benar.
Bila Anda ragu penggunaan kata dalam bahasa asing untuk diketikkan pada search engine maka ada baiknya untuk men-cek terlebih dahulu kata yang dimaksud. Anda bisa menggunakan Ask Jeeves (www.askjeeves.com) atau Google.com. Google akan segera menampilkan ejaan kata alternatif dan kata-kata yang paling umum digunakan untuk Anda pilih, sedangkan Ask Jeeves akan mengecek apakah ejaan yang Anda masukkan sudah benar.

10. Milis
Milis atau forum diskusi tempat bertukar informasi dapat dijadikan alternatif pencarian. Biasanya forum diskusi ini terbagi dalam banyak kategori jadi pilih saja sesuai dengan kebutuhan Anda. Walau kebanyakan milis tersebut mewajibkan Anda untuk mendaftar terlebih dahulu sebelum dapat bergabung, namun Anda bisa terkejutkan dengan info-info yang bisa dimanfaatkan dari forum diskusi ini.

Demikianlah 10 tips yang dapat dipakai untuk membantu Anda "mengubek" tumpukan informasi di dunia maya. Bila Anda memiliki pertanyaan seputar topik diatas jangan ragu untuk menanyakannya. Happy surf!


MENJAGA KEAMANAN APLIKASI WEB

Apakah Anda sudah menonton film “I Am Legend” di tahun 2007 lalu, yang dibintangi oleh Will Smith? Di akhir film, sang jagoan yang bernama Robert Neville terperangkap dalam sebuah ruangan tertutup. Joko Nurjadi

SEMENTARA itu di luar ruangan, sekumpulan zombie ganas berusaha mendobrak masuk. Apakah Anda mengetahui bagaimana akhirnya?
 Situasi yang dialami Robert Neville, mungkin bisa dijadikan analogi sebuah website, yang bisa jadi menghadapi serangan zombie berupa upaya-upaya pembobolan dari pihak luar. Seperti Robert Neville juga, website tersebut tidak bisa ke mana-mana, pilihan satu-satunya adalah mempertahankan diri.

Keamanan Website

Serangan terhadap website secara garis besar dapat dibagi menjadi dua, yaitu serangan terhadap web server dan serangan terhadap aplikasi web, yang memanfaatkan kelemahan aplikasi dan pemrograman. Untuk menghadapi serangan pada web server, Anda memerlukan network/web administrator untuk melakukan konfigurasi, meng-update web server ataupun melakukan monitoring secara berkala.

Sedangkan, serangan yang ditujukan pada aplikasi web lebih merupakan tanggung-jawab programer. Banyak istilah hacking dan turunannya telah dihasilkan dari serangan yang terjadi pada aplikasi web, antara lain Script Injection, Cross Site Scripting (XSS), SQL Injection, Buffer Overfl ows, dan masih banyak lagi.

Artikel ini akan membahas beberapa contoh serangan yang dapat terjadi pada aplikasi web dan bagaimana penanggulangannya agar dapat memaksimalkan keamanan aplikasi web Anda.

Tentu saja, isu keamanan tidak akan beres dengan sekali kerja, seperti halnya siskamling, keamanan terus dilakukan dan tidak akan pernah berhenti.

Login, Jaga Username Anda!

Dimulai dari hal yang terlihat sangat sederhana, tetapi pada praktiknya cukup banyak terjadi kebobolan dari sisi ini, yaitu halaman login yang mengandalkan username dan password. Anda mungkin telah cukup banyak membaca dan mendengar saran-saran mengenai password yang baik, misalnya harus terdiri dari kombinasi huruf dan angka, ataupun secara berkala mengganti password.

Tetapi, tidak banyak yang menyinggung mengenai keamanan username. Padahal pada sebuah halaman login, username bisa dianggap lapis keamanan yang pertama.

Bagi oknum yang sengaja ingin menebak password, jika telah mengetahui dengan tepat username yang digunakan, maka berarti telah melewati pengaman pertama dan mempermudah menebak pengaman berikutnya, yaitu password. Sebaliknya, hal tersebut akan lebih sulit dilakukan jika username tidak diketahui.

Jangankan halaman login untuk masuk sebagai administrator website tertentu, halaman login untuk e-mail saja disarankan tidak memberikan informasi yang dapat mengarahkan pada kesimpulan username atau password telah diisi benar. Contohnya, coba Anda login pada website Yahoo! Mail atau Google Gmail untuk membaca e-mail Anda, anggaplah Anda memiliki username “jokodoyanmie”, tetapi Anda salah mengetikkan password. Perhatikan bahwa Anda tidak mendapatkan pesan “Invalid password”, atau “Invalid username”, pesan yang Anda terima adalah “Invalid ID or Password” (pada Yahoo!), atau “Username and password do not match” (pada Google).

Pesan tersebut tidak menyebutkan secara tepat bagian mana yang salah ketik, apakah username (ID), atau password? “Wah... perusahaan sebesar Yahoo! dan Google tidak bisa membuatscript untuk mendeteksi apakah kesalahan terjadi pada username atau password?” Mungkin demikian pikir Anda dan tentu saja hal tersebut tidak mungkin, dengan kata lain Yahoo!,

Google, dan rata-rata e-mail provider lain umumnya memang sengaja menyamarkan informasi tersebut. Mungkin Anda berpikir hal tersebut bukan sesuatu yang krusial, tetapi kenyataannya kombinasi username dan password telah menjadi hal yang cukup serius, beberapa e-mail provider juga tidak mengizinkan Anda memilih password yang sama atau mengandung kata yang terdapat pada username.

Pencegahannya cukup mudah, tidak perlu membuat script untuk mencari kesalahan login terletak pada username atau password, juga hindari penggunaan username yang umum dan mudah ditebak seperti admin, sa, administrator, dan seterusnya.

Bahaya Input Komentar

Sebuah website biasanya mencoba untuk berinteraksi dengan pengunjung dengan jalan menyediakan fasilitas agar pengguna dapat mengisikan sesuatu, misalnya saja komentar, atau guest-book, atau yang lebih modern lagi, yaitu shoutbox. Sayangnya, jika website Anda dikunjungi oleh seseorang yang iseng, maka bisa jadi sebuah script jahat dapat turut menjadi “komentar” dan ini bukan berita baik bagi website Anda.

Ilustrasinya adalah sebagai berikut, Anda mengisikan guest-book katakanlah pada alamat http://domainsaya.com/guestbook.php dengan komentar berikut:

Website yang aman...

Perhatikan bahwa terdapat JavaScript pada komentar tersebut. Jika komentar tersebut dapat diterima dan dieksekusi oleh website, maka setiap kali ada pengunjung yang mengaksesnya, akan tampil sebuah pesan bertuliskan “tapi bohonggg...”.

Cukup mengganggu, bukan? Tidak hanya sampai di sana, jika sebuah website telah dapat disusupi dengan cara seperti ini, maka banyak sekali kemungkinan script berbahaya yang dapat ditanamkan.

Misalkan script untuk mengalihkan website domainsaya.com ke website lain, script untuk menampilkan gambar porno (yang dapat dilakukan dengan HTML biasa) atau script untuk mengambil informasi seperti cookie. Cukup berbahaya, bukan?

Langkah pencegahannya, antara lain dengan tidak langsung mengizinkan komentar yang masuk tampil pada browser Anda, harus melalui proses approve. Hal ini membutuhkan kerja seorang administrator yang bertugas melakukan filter komentar yang masuk dan berhak menolak komentar yang tidak diinginkan.

Walaupun tidak berarti semua website yang memberlakukan filter seperti ini berarti menyadari akan bahaya kebobolan melalui script injection ini. Karena bisa saja hal ini dilakukan dengan alasan menghindari penggunaan kata-kata tertentu.

Cara pencegahan yang lain adalah dengan menolak penulisan script atau tag HTML, dengan risiko tampilan komentar menjadi datar tanpa aksesoris karena tag-tag HTML untuk melakukan variasi huruf (bold, italic, dan lain-lain) tidak dapat digunakan.

Tetapi jika Anda membutuhkannya, Anda dapat membuat sen-diri aturan dan penulisan tag, misalnya [:bold] untuk membuat huruf menjadi bold, dan seterusnya. Tag buatan Anda tersebut akan disubsitusikan secara otomatis dengan tag HTML sehingga tampilannya sesuai seperti yang diinginkan. Beberapa engine forum telah menggunakan metode ini.

Cara lainnya adalah dengan melakukan encode script, contohnya mengganti karakter “<” dengan < dan karakter “>”dengan > sehingga kata (PcMedia)

Setting IP Addressmu... Ketika Terhubung LAN dan atau Internet

Salam hangat... Idea
Suatu ketika, saya menemui beberapa rekan yang kebingungan ketika disuruh set IP Address komputer laboratorium yang akan dia gunakan. Disebabkan sering berpindah-pindah settingannya dari Statis ke Dinamis ataupun sebaliknya karena beberapa sebab. Disini, saya akan sedikit menjelaskan tentang settingan IP Address pada Windows XP.
Berikut ini adalah langkah-langkah untuk menset IP Address (IPv4 Address):
  • Tekan tombol START pada bagian taskbar (posisi di pojok kiri ), sehingga tampil beberapa menu. Seperti pada gambar, pilih dan klik 1 kali pada bagian menu Connect to... dan pilih Show all connection.
  • Pada pilihan koneksi yang ada, pilih gambar koneksi dari ethernet card (NIC)yang terhubung ke LAN. dan klik kanan pada gambar tersebut, lalu pilih properties. Maka akan tampil layar settingan Local Area Connection seperti gambar berikut.

  • Pada layar LAN ini, di bagian this connection uses.... Pilih Internet Protocol (TCP/IP) di posisi paling bawah. Dan klik 2 kali untuk setting. (Dan pada gambar yang dilingkari warna merah, beri tanda check list di situ agar ketika komputer terhubung/putus ke LAN/Internet. Maka gambar icon komputer yang terkoneksi dengan internet memberikan laporan di pojok kanan bawah dekat jam digital bawaan sistem.                              
 
  • Tampilan diatas menunjukkan layar setting Internet Protocol (TCP/IP) yang secara default dialokasikan pada status otomatis atau server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol). Di sini kita akan mencoba mengisi IP Address secara manual (statis). Lihat gambar di bawah ini.

  • Mari kita isi manual, berikut ini penjelasan dari gambar di atas (Seringnya kelas C dan pengisian seperti di bawah ini).
1. IP address diisi dengan angka 192.168.1.xxx
   192.168.1.0 dan 192.168.1.255 sebagai IP yang broadcast. Host (Komputer yang terhubung di LAN) boleh memakai IP Address antara 192.168.1.1 - 192.168.1.254
2. Subnet mask diisi dengan angka 255.255.255.xxx
   Pada kelas C biasanya diisi dengan angka 255.255.255.0 yang berarti per 24 (dari 8 bit + 8 bit + 8 bit yang berada di kiri host). Dalam byte 1.1.1.0 karena 1 byte = 8 bit, jadi dalam bit  11111111.11111111.11111111.00000000 ; rumusnya adalah 2 pangkat n. Hitung yang belakangnya saja (host).
Maka 2^7 + 2^6 + 2^5 + 2^4 + 2^3 + 2^2 + 2^1 + 2^0 = 128 + 64 + 32 + 16 + 8 + 4 + 2 + 1 + 0 = 255
rumusnya : hasil 255 + 1 = 256 - 2 (broadcast) = 254 IP address yang bisa digunakan untuk 254 host pada 192.168.1.1 - 192.168.1.254 ; yang broadcast 192.168.1.0 dan 192.168.1.255
3. Default Gateway diisi dengan angka 192.168.1.1
   Gateway (Pintu untuk keluar). Biasanya server (bisa komputer/ router/ .....) yang memegang kendali keluar (internet) berada pada 192.168.1.1
4. Preferred DNS server diisi dengan angka 202.134.0.155 (konek ke server utama)
   DNS (Domain Name System) telkom pada 202.134.0.155, pada wireless TELKOMHotspot-Free pada 192.168.102.1, dsb...
5. Alternate DNS server xxx.xxx.xxx.xxx (konek ke server lain)
   Alternatif DNS dari DNS yang diatas. Jika DNS yang diatas tidak ditemukan, maka selanjutnya DNS ini yang dicari...


KETERANGAN:
IP address adalah sekumpulan bilangan biner sepanjang 32 bit, yang dibagi atas 4 segmen dan setiap segmen terdiri atas 8 bit. IP address merupakan identifikasi setiap host pada jaringan internet.
IP address dibagi menjadi lima kelas, A sampai E. IP address yang dipakai secara umum dibagi dalam 3 kelas, sementara 2 kelas lainnya dipakai untuk kepentingan khusus. Ini untuk memudahkan pendistribusian IP address ke seluruh dunia.
Kelas A :
- Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
- Bit pertama : 0
- Panjang Network ID : 8 bit
- Panjang Host ID : 24 bit
- Byte pertama : 0 – 127
- Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
- Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
- Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada tiap kelas A
IP address kelas ini diberikan kepada suatu jaringan yang berukuran sangat besar, yang pada tiap jaringannya terdapat sekitar 16 juta host.
Kelas B :
- Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
- 2 bit pertama : 10
- Panjang Network ID : 16 bit
- Panjang Host ID : 16 bit
- Byte pertama : 128 – 191
- Jumlah : 16.384 kelas B
- Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
- Jumlah IP : 65.535 IP address pada tiap kelas B
IP address kelas ini diberikan kepada jaringan dengan ukuran sedang-besar, yang pada tiap jaringannya terdapat sekitar 65 ribu host.
Kelas C :
- Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
- 3 bit pertama : 110
- Panjang Network ID : 24 bit
- Panjang Host ID : 8 bit
- Byte pertama : 192 – 223
- Jumlah : 2.097.152 kelas C
- Range IP : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx
- Jumlah IP : 254 IP address pada tiap kelas C
IP kelas ini dialokasikan untuk jaringan berukuran kecil, yang pada tiap jaringannya terdapat sekitar 256 host.
IP kelas D digunakan sebagai alamat multicast yaitu sejumlah komputer memakai bersama suatu aplikasi. Ciri IP kelas D adalah 4 bit pertamanya 1110. IP kelas E (4 bit pertama 1111) dialokasikan untuk keperluan eksperimental.
Aturan dasar pemilihan Network ID dan Host ID :
- Network ID tidak boleh bernilai 127. Karena Network ID 127 digunakan sebagai alamat loopback yaitu alamat yang digunakan komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.
- Network ID dan Host ID tidak boleh seluruhnya bernilai 255 (seluruh bit diset 1). Network ID atau Host ID yang seluruhnya bernilai 255 adalah alamat broadcast jaringan tersebut. Apabila dikirimkan pesan kepada alamat broadcast, maka seluruh host pada jaringan tersebut akan menerima pesan itu.
- Network ID dan Host ID tidak boleh seluruhnya bernilai 0 (seluruh bit diset 0). Alamat IP dengan host id semuanya bernilai 0 diartikan sebagai alamat network yang menunjuk ke jaringan, bukan ke host.
- Host ID harus unik dalam satu network.


NSFNET (National Science Foundation Network)

foto berita artikel
NSFNET merupakan sebuah jaringan dari National Science Foundation yang dibentuk oleh Pemebrintah Amerika Serikat pada akhir tahun 1970 untuk bidang penelitian dan pendidikan. NSFNET juga pulalah yang dahulu pernah menggantikan ARPANET sebagai backbone Internet sebelum kemudian digantikan oleh pihak swasta komersial. Pada tahun 1984 NSFNET merancang sebuah jaringan kecepatan tinggi yang dibuka untuk semua bidang riset universitas di Amerika. Jaringan ini pulalah yang kemudian ditetapkan sebagai pengganti ARPANET. Untuk mewujudkan rencana tersebut, NSFNET kemudian membanguna jaringan backbone yang menghubungkan enam pusat superkomputernya di San Diego, Boulder, Champaign, Pittsburgh, Ithaca dan Princeton. Masing-masing dari superkomputer tersebut diberi sebuah nikrokompuetr yang biasa disebut fuzzball. NSFNET juga membiayai sekitar 20 jaringan regional yang dihubungkan ke backbone agar memungkinkan bagi para pengguna di ribuan universitas, laboratorium, perpustakaan dan museum untuk mengakses superkomputer-superkomputer itu dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya. NSFNET berhasil memperoleh kesuksesan dalam waktu yang realatif singkat namun juga memperoleh beban yang berlebihan.


Pengertian LAN - WAN - MAN

Media Penyimpanan (disket, flashdisk, harddisk eksternal, zipdisk, cd, dvd, bluray disc, cartridge, dan lain sebagainya); Jaringan lan, wan,man, internet dan lain sebagainya; File attachment atau file lampiran pada email atau pesan pengertian wan dan man. WAN WAN adalah singkatan dari istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris: Wide Area Network merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepaMetropolitan area network atau disingkat dengan MAN.

Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepaMetropolitan area network atau disingkat dengan MAN. Suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data jaringan LAN, MAN, WAN & Peralatan jaringan serta pengertian topology. Jaringan LAN. LAN (Local Area Network) adalah suatu kumpulan komputer, dimana terdapat beberapa unit komputer (client) dan 1 unit komputer untuk bank data (server). 2. MAN ( Metropolitan Area Network ) 3. WAN ( Wide Area Network ) 4. Internet 5. Wireles ( Jaringan Tanpa Kabel ) Alat-alat Pemasangan Jaringan * Kabel Jaringan/kabel UTP * Crimp tooi * Lan tester * HUB. Diposkan oleh sarkeem di 20:30

Jaringan lan, wan, man, internet dan lain sebagainya. - File attachment atau file lampiran pada email atau pesan elektronik lainnya. - File software (piranti lunak) yang ditunggangi virus komputer. Cara yang paling ampuh agar kita tidak Pengertian LAN,WAN,MAN Local Area Network Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang Perangkat-perangkat pendukungnya pun tidak perlu dipertanyakan lagi keberadaannya, sebab kini hampir semua perangkat komunikasi data, khususnya untuk keperluan LAN,MAN dan juga WAN yang sederhana pasti menggunakan interface Ethernet. Jaringan komputer dewasa ini sangatlah luas dan melaju dengan pesat bahkan hampir 50% orang indonesia membutuhkan internet atau jaringan komputer. dalam jaringan komputer kita mengetahui ada yang di sebut LAN,MAN,WAN. tapi terkadang

Pengertian WAN WAN Men Diagnosis Permasalahan Pen Go Per Asian Pc Yg Tersambung Jaringan. 1151 reads jaringan Internet l PENGERTIAN WAN l Jaringan yang apa yang di maksud dengan LA N,MAN dan WAN ? pl Pengertian LAN,WAN,MAN. Local Area Network Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. PENGETAHUAN • Menjelaskan pengertian LAN, WAN, MAN, Internet, Bandwidth, Data Pernyataan Menjelaskan pengertian LAN, WAN, MAN, Internet, Bandwidth

articoli del concetto e dei rudimenti dell'attacco Man In The Middle (MITM) RT @devcentral: Can my PAN ride the LAN out the WAN? http://bit.ly/CWfV2 Siswa dapat memahami pengertian jaringankomputer, LAN, MAN dan WAN serta internet pengertian dan implementasi segmentasi jaringan komputer lokal (LAN)

pengertian lan " perbedaan lan man wan " perbedaan lan dan wan " pengertian wine lan " konfigurasi jaringan lan " lan wan man " membuat jaringan lan " pengertian jaringan, macam-macam jaringan, klasifikasi jaringan, Local Area Network (LAN) * Metropolitant Area Network (MAN) * Wide Area Network (WAN) Definisi/Pengertian Virus Komputer, Worm, Trojan, Spyware, Ciri Dan Arti Definisi / Pengertian Virus Dan Kawan Jaringan lan, wan, man, internet 1. PENGERTIAN JARINGAN KOMPUTER Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang 1. Dapat menjelaskan pengertian dari Hardware dan Software Batubara on Genset Yanmar, Genset, Cummins, Perkins, MAN, Bisa Kredit plese buat pengertian yang jelas dunx tntang pengertian nya,,,switch dan hub para IT se dunia,akuminta tolong nich,aku punya tugas bikin sistem jaringan lan / wan /man Arti Definisi / Pengertian Virus Dan Kawan-Kawan (Varian Virus) : 1. Arti Definisi - Jaringan lan, wan, man, internet dan lain sebagainya. - File attachment atau file lampiran

Jelaskan pengertian tentang Jaringan ! 2. Jelaskan pengetian Internet Protokol - PAN - MAN - LAN - WAN - CAN - GAN 4. Network Access layer bertugas menangani Pekerjaan ini dengan Kompeten Sub Kompetensi Pernyataan Ya Tidak Bila Jawaban "Ya" Kerjakan Merencanakan kebutuhan dan spesifikasi •Menjelaskan pengertian LAN, WAN,MAN, Internet Pengertian e-Learning E-learning (electronic learning): Term delivery of content via Internet, intranet/extranet (LAN/WAN sesuai dengan kebutuhan Sistem Manajemen Data Modul Man. http://compnetworking.about.com] • LAN (local area network) / MAN (metropolitan AN) / WAN (wide AN Pengertian Dasar • Tools untuk DMS – Relational DataBase Infrastruktur WAN (Wide Area Network) Seperti LAN (Local Area Network), Terdapat sejumlah mas saya minta tolong dong kirim semua artikel pengertian tentang LAN,MAN dan WAN serta

perangkat LAN dan perluasannya organisasi dan bisnis organisasi KEGIATAN PEMBELAJARAN  Memahami fungsi peralatan/ komponen jaringan  Menjelaskan pengertian LAN, WAN,MAN

Apa pengertian networking, www, LAN,MAN,&WAN ? NETWORKING Merupakan jaringan antar komputer yang menghubungkan satu komputer dengan jaringan lainnya. untuk menyusun jaringan Your document does not seem to be indexed pengertian wan wide area network: pengertian wide area network (wan) sample diagram of lan man and wan

Sudah saatnya SARJANA KOMPUTER Indonesia GO INTERNATIONAL

Banyak orang di Indonesia kesulitan mencari kerja, sementara itu katanya di luar negeri banyak lowongan kerja terutama untuk bidang yang berhubungan dengan teknologi informasi, bidang "high-tech". Betulkah demikian ? dan apa mungkin lulusan Perguruan Tinggi Indonesia bisa bekerja di luar negeri ?

Mengutip sebuah survey yang telah dilakukan oleh PT Work IT Out yang dipimpin oleh Heru Nugroho, meski masih banyak dibutuhkan di dalam negeri, peluang kerja bagi tenaga kerja TI untuk keluar negeri pun terbuka luas, Kesempatan tetap terbuka, apalagi didukung oleh faktor bergesernya dominasi India yang dikenal sebagai sumber SDM TI, tawaran gajinya pun cukup menggiurkan. Bayangkan, untuk tenaga kerja TI kelas pemula sampai menengah, perusahaan di luar negeri berani menawarkan upah sekitar US$ 400 sampai US$ 600 (sekitar Rp 3, 6 juta sampai Rp 5,5 juta) per bulan. Di kelas yang sama di dalam negeri, paling mereka hanya ditawarkan gaji sekitar Rp 900.000 sampai Rp 2,5 juta per bulannya. Itu baru yang pemula. Untuk yang sudah punya keahlian spesifik dan berpengalaman, di luar negeri gajinya bisa mencapai US$ 2.000 - 2.500 (sekitar Rp 18,2 juta sampai 22,7 juta) per bulan. Tiga kali lipat dibanding di dalam negeri yang pasarannya sekitar Rp 7 sampai 10 juta.

Bidang kerja TI yang terbuka pun beragam dan hampir sama dengan yang ada di lokalan. Kebetulan kebanyakan yang dicari adalah engineer untuk networking dan wireless serta programmer. Kelihatannya trend yang sedang terjadi adalah orang atau perusahaan ingin membuat perangkat networking seperti produk dari Cisco. Untuk itu memang dibutuhkan banyak orang yang dapat membuat program dalam level C, C++ dengan real-time OS dan memiliki latar belakang (pengetahuan) di bidang telekomunikasi dan networking. Lowongan webmaster, UNIX administrator pun tidak sedikit. Jenis-jenis lowongan pekerjaan yang ditawarkan sangat banyak . Hanya saja, tenaga TI yang memiliki kemampuan terspesialisasi seringkali dicari, sayangnya agak susah mencari tenaga kerja yang sudah spesifik ini, dan kalau saya tuliskan mungkin daftar lowongan tersebut sepanjang artikel ini.

Nah, kalau melihat situasi seperti itu akan sangat mengenaskan jika orang Indonesia yang bergerak di bidang Teknologi Informasi tidak bisa mendapatkan pekerjaan semacam itu. Masalahnya memang tidak mudah. Mungkin memang kemampuan hasil perguruan tinggi di Indonesia tidak memadai ? Berapa banyak sih perguruan tinggi di Indonesia yang mampu menghasilkan "software engineer" yang handal ? Mungkin di Indonesia baru mampu menghasilkan programmer kelas papan bawah ? Jika memang anda programmer atau software engineer yang handal, apakah anda mengenal istilah-istilah ini: lex, yacc, compiler construction, grammer, token, CMM, dan sebagainya ?

Sebagai gambaran bahwa kebutuhan terhadap tenaga IT di bidang industri software baik di luar negeri maupun di dalam negeri, adalah sebagai berikut : Tenaga IT di luar negeri, untuk tahun 2015, diperkirakan 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan Tenaga IT domestik, berdasarkan proyeksi pertumbuhan industri pada tahun 2010 target produksi 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 perorang, dibutuhkan 327.813 orang

Selain contoh di atas, kita ambil negara lain seperti Jerman. Mengapa negara sekaliber Jerman mesti mendapat suplai tenaga TI dari luar negaranya ? Kurang sumber daya ? Dugaan itu ternyata betul. Perkembangan pesat teknologi informasi memang tidak hanya membuat ketar-ketir negara dunia ketiga, negara "dunia pertama" macam Jerman pun mulai merasakan akibatnya: kekurangan pakar TI yang tidak bisa didapatkan dari kalangan sendiri.

Maklum, jumlah yang dibutuhkan juga tak bisa dibilang sedikit. Tercatat saat ini sekitar 75.000 orang diperlukan oleh Jerman. Itu baru Jerman, belum negara lain. Tahukah Anda ternyata negara sebesar dan semaju Amerika Serikat pun masih mengimpor tenaga TI dari negara-negara di Asia, seperti India dan Cina. Nah, ini namanya peluang kan ?

Lowongan dari luar Indonesia untuk tenaga kerja TI kita banyak. yang tercatat pada kami bisa puluhan ribu lowongan," jelas Edi S. Tjahya, managing director JobsDB.com - sebuah portal informasi lowongan kerja. Lowongan sebanyak itu pun baru untuk wilayah Asia Pasifik. Secara kualitatif, kondisi sumber daya manusia Indonesia di bidang IT tidak kalah kualitas dibanding SDM dari negara seperti India sekalipun, papar Heru Nugroho, CEO PT Work IT Out, sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja TI ke luar negeri.

Di dalam negeri sendiri untuk layanan informasi publik, tenaga IT yang dibutuhkan untuk sektor ini, ialah tenaga untuk mengelola e-government. Perkembangan kebutuhan terhadap tenaga untuk mengelola e-governmet akan sejalan dengan perkembangan implementasi e-governement. Sebagai gambaran menyeluruh terhadap kebutuhan ini, dapat dilihat dari jumlah lembaga pemerintah pusat, kabupaten/kota dan lembaga lainnya. Berdasarkan kasus pengelola e-government di Kalimantan Timur, yang mengelola e-governemt untuk 14 layanan, menggunakan tenaga IT 11 orang, maka untuk seluruh instansi pemerintah, memerlukan paling sedikitnya memerlukan 5.489.

Sedangkan layanan komersial, tenaga IT di bidang ini ialah personil yang bekerja di bidang jasa di berbagai bidang dimana transaksi dengan konsumen dan kliennya menggunakan dukungan teknologi telematika, seperti e-bisnis, e-health yang dikelola swasta, e-education yang dikelola swasta, media saiber. Untuk media saiber, jika seluruh media cetak dan elektronik yang ada sekarang akan mengembangkan media saiber dengan perkiraan satu media menggunakan 21 tenaga IT, maka dibutuhkan 40.341.

Sebagai gambaran kebutuhan tenaga IT di bidang industri di bawah ini dikemukakan dalam konsep blue book yang disusun ITB (lihat www.bhtv.web.id).

Proyeksi Umum Pertumbuhan Industri IT Indonesia (Tabel)

Asumsi 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

Annual Growth 10% 20% 20% 40% 55% 65% 70% 70% 70%

Target Produksi

(Juta $) 500.00 550.00 660.00 792.00 1,108.80 1,718.64 2,835.76 4,820.79 8,195.33

Produktivitas

($/SDM) 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00

Target Total SDM 20,000 22,000 26,400 31,680 44,352 68,745 113,430 192,831 327,813

Tenaga Terampil

IT Specialists 6 4800 5280 6336 7603 10644 16499 27223 46279 78675

IT Professionals 3 2400 2640 3168 3802 5322 8249 13612 23140 39338

IT Administrators 1 800 880 1056 1267 1774 2750 4537 7713 13113

Tenaga Ahli

IT System Engineer 3 2400 2640 3168 3802 5322 8249 13612 23140 39338

IT Databases 2 1600 1760 2112 2534 3548 5500 9074 15426 26225

IT Application

Developer 5 4000 4400 5280 6336 8870 13749 22686 38566 65563

IT Solution

Developer 2 1600 1760 2112 2534 3548 5500 9074 15426 26225

IT Trainer 1 800 880 1056 1267 1774 2750 4537 7713 13113

Others 2 1600 1760 2112 2534 3548 5500 9074 15426 26225

Untuk memenuhi kebutuhan SDM di bidang IT dewasa ini diisi oleh tenaga-tenaga lulusan pendidikan tinggi baik dari jurusan teknologi informasi atau jurusan lainnya, sekolah kejurunan dan kursus-kusus di bidang telematika. Perguruan Tinggi di bidang TI atau telematika tampak beraneka ragam baik dari konsentrasi bidang kajian mapun jenjang kelembagaannya. Dilihat dari konsentrsai kajian, terdapat keanekaragaman antara lain, ilmu komputer, teknologi komputer, manajemen informatika, teknik informatika, sistem informasi, komputerisasi akutansi.

Jumlah perguruan Tinggi yang termasuk dalam kategori di atas berdasarkan data Depertemen Pendidikan Nasional, terdapat 476 Perguruan Tinggi (berdasarkan data Depdiknas). Jumlah lulusan di bidang ini, menurut data Depdiknas dari 256 Perguruan Tinggi negeri dan swasta setiap tahun mengasilkan 16.430

Data lain (sumber aptikom)menunjukkan pada saat ini terdapat sekitar 200 perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program studi terkait dengan teknologi informasi untuk jenjang pendidikan sarjana, magister, dan doktoral serta sekitar 300 perguruan tinggi untuk jenjang pendidikan diploma-III dan diploma-IV, yang keseluruhannya menghasilkan kurang lebih 25,000 lulusan setiap tahunnya. Banyak pengamat industri menilai bahwa jumlah tersebut sangat jauh dari kebutuhan industri yang sebenarnya, yang dapat mencapai sekitar 500,000 per tahun. Berdasarkan estimasi perencanaan, keberadaan ini baru akan dicapai pada tahun 2020 yaitu pada saat jumlah lulusan perguruan tinggi di Indonesia sekitar 6 juta orang per tahun (United Nations, 2002) – dengan asumsi bahwa sekitar 7% mahasiswa mengambil disiplin ilmu teknologi informasi.

Proyeksi Jumlah Mahasiswa Perguruan Tinggi di Indonesia 1995-2020


Tipe Perguruan Tinggi 1995 2000 2005 2010 2015 2020

Negeri 500 590 715 850 1010 2020

Swasta 1400 2200 2900 3600 4200 4700

Lain -Lain 400 350 305 250 220 200

Total 2300 3140 3920 4700 5430 6100

Perlu diperhatikan bahwa keseluruhan program studi informatika tersebut merupakan komunitas pendidikan yang bertujuan untuk melahirkan kelompok yang oleh United Nations diistilahkan sebagai IT Workers atau orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan formal (akademis) terkait dengan bidang teknologi informasi. Sementara itu, program studi lain – seperti ekonomi, manajemen, kedokteran, akuntansi, sastra, hukum, dan lain sebagainya – yang dalam kurikulumnya memperkenalkan pula penggunaan teknologi informasi sebagai penunjang pelaksanaan aktivitas sehari-hari digolongkan sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan ITEnabled Workers.

Upaya pengembangan SDM dari dimensi kualifikasinya diarahkan agar menjadi SDM yang profesional, sehingga pengembangan SDM mengarah pada pengembangan profesi atau berbasis kompetensi. Artinya diperlukan suatu pengembangan kurikulum yang disusun berdasarkan kolaborasi antara muatan lokal dengan muatan internasional, supaya lulusan PTS tersebut memiliki kompetensi yang diperlukan untuk bisa bekerja dan merebut peluang kerja di luar negeri.

Makin banyak perguruan tinggi swasta yang mengembangkan program gelar ganda. Strategi meluncurkan program gelar ganda di beberapa universitas dalam negeri semakin gencar dilakukan. Tak hanya universitas negeri namun juga melibatkan pihak swasta. Strategi ini diterapkan untuk mempersiapkan lulusannya di era perdagangan bebas dan mensejajarkan universitas dalam negeri dengan luar negeri. Program gelar ganda memungkinkan mahasiswa untuk mendapat dua gelar. Satu gelar dari universitas dalam negeri, sedangkan satu lagi dari luar. Adanya pengakuan dari luar negeri ini meningkatkan daya saing mahasiswa atau lulusan. Karena harus diakui, hingga kini lulusan dalam negeri masih dipandang sebelah mata di pasar bebas.

Dibukanya keran perdagangan bebas juga memungkinkan universitas luar negeri membuka cabang di Indonesia. Kompetisi tentu saja akan semakin ketat karena tidak hanya bersaing dengan sesama universitas lokal, para pendatang luar juga harus dihadapi. Kerjasama tersebut pada dasarnya merupakan upaya unversitas untuk diakui di dunia Internasional dan mensejajarkan diri dengan unversitas dari luar negeri. Untuk mendapatkan gelar ganda, mahasiswa bisa mengambil program 2+1, yaitu mengikuti dua tahun pengajaran di dalam negeri dan satu tahun di luar negeri. Atau dengan program 3+0, sehingga para mahasiswa tidak perlu pergi ke luar negeri. Pengajaran diberikan di dalam negeri dengan tenaga pengajar yang dimodifikasi antara lokal dan juga mendatangkan dosen dari luar negeri. Setelah selesai, mahasiswa akan mendapat gelar sarjana bachelor of Computer Science dari luar negeri, serta gelar Sarjana Komputer dari dalam negeri.

Dengan pola inilah, maka PTS dapat menghasilkan Sarjana Komputer Indonesia yang dapat GO International untuk meraih peluang kerja diluar negeri, sehingga akan meningkatkan citra Bangsa Indonesia, tidak hanya sebagai ekportir tenaga PRT akan tetapi juga sebagai exportir tenaga ahli di bidang teknologi informasi.

About Me

Foto saya
Dalam hati terucap doa Ingin segera bertemu Begitu ada kesempatan Tak ku lewatkan begitu saja Langkahku semakin cepat Sungguh ku ingin segera bertemu Dengan kekasihku yang adalah kamu Tak ku hiraukan meski malam begitu pekat Sekian lama berpisah Membuatku begitu rindu padamu Setiap malam berharap sendiri Ingin segera bertemu Kalau saja waktu itu sayapku tak patah Pasti ku kan terbang menuju kehangatan pelukanmu