Rata-rata wanita pernah membayangkan atau malah mengasumsikan romantis adalah bila pasangan mereka menghadiahkan bunga, coklat, atau kecupan padahal arti romantis sebetulnya jauh lebih dalam dari pada itu. Lalu bagaimana hubungan romantis dengan kualitas perkawinan? Temukan jawabannya di sini..
Suasana romantis tidaklah identik dengan rangkaian bunga atau kecupan. Melainkan jalinan rasa yang sangat dekat, hingga seakan tak terpisahkan. Kepekaan adalah faktor penting mengembangkan romantisme. Salah satu hal praktis yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan aktivitas seksual.
Menurut para pakar seksual, ada lima tahap yang bisa digunakan oleh pasangan suami istri untuk mengukur kualitas hubungan seksual. Tahapan tersebut adalah:
1. Tahap Erotis
Bagaimana cara mengekspresikan keinginan bercinta Anda pada pasangan? Terkadang setelah menikah, romantisme menjadi pudar karena rutinitas dan kesibukan mengurus keluarga. Cara terbaik mengembalikan romantisme adalah mengungkapkan keinginan tersebut secara terbuka. Bisa dilakukan dengan ajakan langsung, atau menggodanya dengan penampilan Anda.
Jika Anda terbiasa dengan tahap ini, kehidupan seksual Anda akan selalu bergairah.
2. Tahap Sensual
Apakah Anda masih sering bercumbu dan berciuman dengan pasangan? Menurut Michael Cane, penulis dari The Art of Kissing, berciuman memiliki banyak manfaat. Selain mengembalikan hasrat dan romantisme, berciuman juga memicu proses peningkatan kekebalan tubuh dan membuat Anda merasa menarik.
Jika Anda dan pasangan masih melakukannya maka Anda masih bisa merasakan sensualitas yang bisa mempengaruhi seluruh indera perasa. Bercumbu atau membuat gerakan-gerakan menggoda akan membuat pasangan lebih mesra dan nyaman dan membuat Anda tampak seksi sehingga acara bercinta semakin menggebu-gebu.
3. Tahap Keintiman
Anda ingat pepatah “mata adalah jendela hati?" Jangan menutup mata saat melakukan hubungan seksual atau tertidur setelah bercinta. Gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan perasaan, seperti; mengelus, memegang tangan, dan yang utama menatap mata pasangan. Anda akan merasakan keintiman yang meningkat.
4. Tahap Relaks
Suasana bercinta tidak harus selalu diam. Humor juga bisa di jadikan salah satu faktor penghangat. Kapan terakhir Anda dan si dia tertawa bersama saat bercinta atau setelah bercinta? Jika Anda lupa maka Anda harus hati-hati! Bukan tidak mungkin hal ini adalah tanda bahwa aktivitas seks sudah menjadi ‘kewajiban’ seperti rutinitas yang membosankan.
Ingin tetap dapat menikmati aktivitas seks? Tertawa dan saling bercerita adalah resep mujarab untuk membangun keakraban dalam memperkuat jalinan cinta antara Anda dan pasangan.
5. Tahap Kejiwaan
Ubah mindset Anda bahwa seks adalah sesuatu yang harus Anda lakukan sebagai pasangan suami istri. Seks haruslah menjadi kebutuhan jiwa bukan kewajiban. Artinya jika seks telah memang menjadi kebutuhan jiwa antara Anda dan pasangan, setelah bercinta Anda akan merasa lapang dan lega seolah tanpa beban.
Jika tidak, pada tahap ini Anda tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali rasa lelah!
19 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
About Me
- Firnandez_Kill
- Dalam hati terucap doa Ingin segera bertemu Begitu ada kesempatan Tak ku lewatkan begitu saja Langkahku semakin cepat Sungguh ku ingin segera bertemu Dengan kekasihku yang adalah kamu Tak ku hiraukan meski malam begitu pekat Sekian lama berpisah Membuatku begitu rindu padamu Setiap malam berharap sendiri Ingin segera bertemu Kalau saja waktu itu sayapku tak patah Pasti ku kan terbang menuju kehangatan pelukanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar