22 Oktober 2009

PERKEMBANGAN MIKROPROSESOR

Bayi yang lahir kembar siam sebaiknya dipisahkan sejak awal. Dua otak dalam dua bagian terpisah tentu lebih baik dibanding dua otak dalam satu badan. Kira-kira, begitulah analogi yang mirip dengan dunia microprocessor sekarang ini.
 Sebelumnya, raksasa microprocessor asal AS Intel telah mengembangkan teknologi dalam dunia prosesor yang dinamakan HyperThreading , suatu teknik di mana sekeping prosesor seakan-akan bekerja sebagai dua prosesor. Secara logical, ia bekerja sebagai dua prosesor meski ujud fisiknya Cuma berbadan satu alias “kembar siam”.
Belakang, istilah dual core menyusul muncul setelah kesuksesan HyperThreading. Beberapa vendor komputer terkemuka sudah mengumumkan ketersediaan komputer dual core ini di pasaran dan bisa dinikmati mereka yang menginginkannya. Setelah era dual core itu, kita akan memiliki pilihan lebih hebat lagi yang disebut multi core.
Seperti apa peta sesungguhnya jagad multiprosesor dan dunia komputasi akan berkembang nantinya ? Bagaimana pula Kolaborasi antara peranti komputer dengan peranti yang bergerak yang lain seperti ponsel dan PDA di masa mendatang? Bagaimana menikmati gaya hidup digital mereka?
Untuk menelisik itu, mau tidak mau kita harus menapaki roadmap para produsen mikroprosesor dan chip pintar. Salah satu jalan termudah adalah membuka peta rencana Intel, yang boleh dikatakan menjadi barometer dan kompas bagi pergerakan teknologi mikroprosesor.
Era Multi Core
Di jagad komputer desktop dan mobile, Intel saat ini memiliki dua platform yakni prosesor Intel Pentium-4 dan Pentium-M. di sektor komputer desktop, Intel memiliki prosesor berbasis HyperThreading yang sudah diluncurkan beberapa waktu lalu. Pada kuartal kedua 2005 ini, Intel menghadirkan dua platform prosesor terbarunya yakni Intel Pentium Extreme Edition (EE) dengan chipset 953X Express dan Pentium D (nama kode Smithfield) yang dipasangkan dengan chipset 945 Express. Kombinasi yang pertama ditujukan bagi para pengguna PC antusias yang menghendaki Performa ekstrem (videografer, disainer grafis, pehobi game, dan sebangsanya), sementara Intel Pentium D akan menjawab kebutuhan para pengguna PC secara luas dan umum.
Baik Intel Pentium EE maupun Pentium D sama-sama memiliki dua execution core pada satu lempeng silikon. Sementara itu, L2 cache, besarnya FSB, jenis soket, teknologi proses pembuatan, jumlah transistor, dan ukuran die-nya sama semuanya. Satu-satunya pembeda adalah dalam hal kemampuan HyperThreading, di mana Intel Pentium EE memiliki teknologi HyperThreading sehingga dalam satu proses bisa menjalankan empat thread sekaligus, sedangkan Pentium D tidak (semata-mat dual core).
Meski kedua prosesor tersebut baru diluncurkan bulan April lalu, Intel juga sudah menyiapkan Prosesor generasi lanjutan yang diberi nama sandi Presler. Berbeda dengan Pentium EE dan Pentium D, presler akan memiliki dua execution core pada dua lempeng silikon di dalam satu keping prosesornya.
Pemisahan silikon dari satu lempeng menjadi dua lempeng jelas semakin memastikan era multi core dalam sebuah keping prosesor bukanlah pembicaraan di atas awang-awang atau mimpi di siang bolong. Pada ajang Intel Developer Forum (IDF) Taipei, April lalu, bahkan Intel sudah mempertontonkan contoh produk jadi dari generasi ke generasi prosesor desktop dan notebook-nya hingga tahun 2006 mendatang termasuk Presler, sehingga ini semakin menegaskan superioritas Intel dibandingkan pesaing-pesaingnya, sekaligus memberikan jaminan akan kelangsungan inovasi baru di dunia mikroprosesor.
AMD sendiri, sekan tak amau ketinggalan kereta, seminggu setelah peluncuran prosesor dual core Intel, mengumumkan secara resmi digunakannya prosesor Opteron dual core untuk aplikasi server oleh beberapa vendor. Persaingan antara dua pabrikan mikroprosesor ini sekaligus menandai bahwa era multi core memang sudah tidak dapat ditahan lagi.
Seperti Apa Kelanjutannya?
Dari sisi jumlah core, skenarionya sudah jelas. Bagaimana dari sisi ukuran/teknologi prosesnya? Dari sisi ini pembuatan chip yang dicanangkan oleh Intel, prosesor 90 nm (nano meter) yang diintrodusir tahun 2003 lalu akan segera digantikan oleh teknologi 65 nm pada tahun ini. Pada tahun ini pula, Prototipe dari prosesor berteknologi 30 nm sudah dikembangkan. Di tahun 2007, pembuatan prosesor akan memasuki babak baru dengan teknologi prosesor 45 nm, tahun 2009 menjadi 32 nm, dan pada tahun 2011 menjadi 22 nm. Pada tahun itu pula Prototipe dari prosesor berteknologi proses 10 nm sudah akan ada.
Roadmap semacam itu sekaligus menegaskan eksistensi Hukum Moore yang menyatakan bahwa setiap dua tahun jumlah transistor yang tertanam dalam satu chip tunggal akan meningkat dua kali lipat. Hukum yang dilansir pertama kali oleh pendiri Intel di jurnal terkemuka “Electronics” tersebut pada tahun 2005ini tepat berumur 40 tahun.
Dengan teknologi proses yang semakin mengecil, semakin kecil pula ukuran sebuah prosesor dan sebaliknya semakin bertenaga pula kecerdasan atau kemampuannya. Peningkatan tersebut akan diiringi pula dengan kemampuan sebuah komputer untuk berkolaborasi dengan peranti yang lain seperti ponsel pintar, PDA, dan perangkat elektronika konvensional yang juga semakin cerdas. Hal ini dimungkinkan karena dari sisi interoperabilitas antar peranti, infrastruktur jaringan broadband, form factor, reliabilitas perangkat, semuanya memungkinkan gaya hidup digital itu mengalami ekspansi yang belum pernah dibayangkan sebelumnya.
Apa Implikasinya?
Dr. Kevin Kahn, Senior Fellow and Director Communication Technology Lab Intel mengatakan, dengan komputer yang semakin powerful dan pemrograman yang makin sempurna, “teknologi akan menjadi semakin natural, di rumah-rumah teknologi akan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Sementara, gambaran tentang sesuatu yang virtual akan tampak nyata, data-data akan menjadi tampak lebih terasa berjiwa” paparnya pada ajang IDF di Taipei April lalu. Menurut Kahn, impian itu sudah bisa dituai pada tahun 2015 bila para Insinyur dan teknisi bisa menulis rangkaian programnya, dan mengoptimalkan apa yang sudah dicapai dari sesi hardware.
“Trennya sudah mengarah jelas. Dari multiprosesor, HyperThreading, dual core, multi core, dan many core. Masalahnya, bisakah Anda membuat programmingnya?” tanyanya balik.
Disitulah tantangannya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About Me

Foto saya
Dalam hati terucap doa Ingin segera bertemu Begitu ada kesempatan Tak ku lewatkan begitu saja Langkahku semakin cepat Sungguh ku ingin segera bertemu Dengan kekasihku yang adalah kamu Tak ku hiraukan meski malam begitu pekat Sekian lama berpisah Membuatku begitu rindu padamu Setiap malam berharap sendiri Ingin segera bertemu Kalau saja waktu itu sayapku tak patah Pasti ku kan terbang menuju kehangatan pelukanmu